Fotografi adalah sebuah seni melihat. Karena fotografi mengajarkan kepada kita cara yang unik melihat dunia, sekaligus menyadarkan pada kita akan segala keindahan di sekitar kita. Keindahan apapun. Semua yang ada di kehidupan harian kita.
Aku suka fotografi. Hanya penikmat seni fotografi, sebenarnya. Aku suka melihat, memandangi, dan mengamati hasil-hasil fotografi. Hanya itu. Selebihnya, aku suka difoto...hihihi.
Belajar fotografi itu mudah-mudah susah. Kalau kita tau tehnik dan cara pengambilan objek yang bisa menghasilkan sebuah seni yang indah, fotografi itu menjadi menarik.
Sebenarnya apakah ada aturan yang harus diikuti jika kita ingin menjadi fotografer?
Ada ilmu dasar yang sebaiknya diketahui untuk menjadi seorang fotografer. Mulai dari mengetahui apa itu Segitiga eksposure, mengenal apperture, focal length.dan sebagainya.
Seridaknya itulah yang kudapat dari kelas basic fotografi, selasa kemarin. Satu lagi ilmu yang kudapat yaitu memgenai komposisi. Komposisi adalah seni untuk menciptakan harmoni dalam menghasilkan foto yang enak dilihat. Komposisi merupakan penggambaran dari cara unik kita dalam melihat sebuah pemandangan yang ada di depan kita. Materi yang disampaikan oleh mas Bayu Swandhani tentang fotografi dasar ini cukup bagus untuk disimak.
Ada 9 Komposisi yang dikenal dalam ilmu fotografi. Sembilan komposisi dalam fotografi adalah....
1. Komposisi satu pertiga
Ini tehnik menempatkan objek sepertiga dari frame. Tehnik ini adalah dengan cara meletakkan titik foto secara sama (ada 4 titik yang diletakkan berbentuk segi empat).
Tehnik ini tidaklah wajib tetapi sebagai fotografi pemula sebaiknya ini digunakan. Titik yang akan diletakkan juga tidak harus berada di tengah, bisa agak ke kiri atau diletakkan di kanan.
2. Leading lines
Tehnik menempatkan objek pada garis yang mengerucut. Contohnya foto lorong.
3. Diagonal
4. Contras
5. Framing
6. Simetry
Ini adalah tehnik membagi dua, foto yang hampir sama kiri dan kanan.
7. Center Dominant Eye.
Tehnik menempatkan mata objek foto (mata model) yang dominan di tengah frame. Komposisi center dominant eye biasanya berlaku untuk potret jarak dekat atau close up.
8. Fill the Frame
Tehnik foto dengan mendekatkan fotografer ke objek foto. Komposisi fill the frame ini mirip dengan komposisi center dominan eye, tetapi tidak harus dengan objek mata di tengah.
9. Patern and repetition
Ini menempatkan objek foto tidak secara simetris. Melainkan bisa berupa abstrak. Memotret apapun bisa masuk kategori patern.
Repetisi atau pengulangan selalu bisa menciptakan hasil yang menarik. Walau pengulangan terhadap suatu benda bisa menghasilkan komposisi yang kuat, tapi memasukkan unsur lain yang bisa memberikan jiwa pada hasil foto.
Mengikuti aturan-aturan dasar fotografi dapat membantu menciptakan komposisi yang efektif, walau terkadang melanggar aturan justru dapat juga menghasilkan komposisi yang tidak kalah kuatnya.
Bila dalam memotret kita sudah bisa menciptakan karya foto itu dilihat menjadi 'hidup' bisa dikatakan kita berhasil.
Akan tetapi mengetahui dasar-dasar ilmu fotografi tetap menjadi penting. Belajar untuk memanfaatkan elemen komposisi yang tadi kusebutkan salah satunya. Pilih dan gunakan komposisi yang terasa enak di hati. Enak dihatti maksudnya adalah mengikuti suasana hati. Ini akan membantu dalam menciptakan sebuah komposisi yang bagus.
Akan tetapi mengetahui dasar-dasar ilmu fotografi tetap menjadi penting. Belajar untuk memanfaatkan elemen komposisi yang tadi kusebutkan salah satunya. Pilih dan gunakan komposisi yang terasa enak di hati. Enak dihatti maksudnya adalah mengikuti suasana hati. Ini akan membantu dalam menciptakan sebuah komposisi yang bagus.
*Sumber/catatan saat mengikuti kelas rakyat.

