kamunaku.com: Tantangan Ibu Rumah Tangga Menjadi Mompreneur

Tantangan Ibu Rumah Tangga Menjadi Mompreneur

Senin, 13 Agustus 2018


"Biasakan selalu punya rencana dalam hidup. Itu akan menjadi motivasi hidup kita"
Tantangan Ibu Rumah Tangga Menjadi Mompreneur . Bagi ibu rumah tangga untuk menjadi seorang mompreneur sekarang ini sepertinya tidak sesulit meritis usaha di jaman orangtua dulu. Apalagi saat ini teknologi sudah semakin canggih. Adanya internet dan segala macamnya sangat membantu mompreneur dalam melakukan bisnisnya.

Tetapi, benarkah semudah itu menjadi mompreneur bagi ibu rumah tangga? 
Ada banyak hal yang harus dipikirkan sebelum ibu memutuskan berbisnis (menjadi mompreneur), salah satunya dalam hal mengatur keuangan. Karena sebagai menteri keuangan dalam keluarganya, seorang ibu harus bisa  mengatur keuangan keluarga secara bijak. Alih-alih keinginan berbisnis untuk menambah pendapatan, jangan malah mengacaukan kas keluarga. 

Lalu, kira-kira hal apakah yang menjadi tantangan untuk memulai usaha bagi ibu rumah tangga?
Menurut Prita Ghozie,  di acara Workshop Finansial Literacy #ibuberbagibijak bersama ibu ibu Dharma Wanita Persatuan Prov. DKI , ada 3 hal yang harus dipikirkan ketika ibu ingin menjalankan usaha :

1. Tentukan mau usaha apa. 
  • Tahap awal, pikirkan suatu hal atau kegiatan yang merupakan hobi atau keahlian ibu. Jika hobi atau keahlian tersebut dibutuhkan/diperlukan oleh orang lain, hal itulah yang bisa dijadikan bentuk usaha/bisnis ibu. 
  • Bentuk usaha menentukan jam operasional.  Ada baiknya ibu menetapkan jam kerja khusus untuk menangani bisnis. Pandai-pandailah membagi waktu antara bisnis dan mengurus keluarga.


2. Mengetahui Untung dan Rugi
  • Selalu pisahkan keuangan bisnis dengan keuangan keluarga. Banyak masalah terjadi saat keuangan kedua ini dijadikan satu.
  • Punya catatan arus kas. Catat secara teliti berapa modal, pemasukan, pengeluaran, biaya penjualan, dan lain sebagainya. Dari catatan arus kas, bisa tahu jika usaha yang ibu jalani mengalami rugi atau laba.
  • Menghitung modal investasi dan biaya. Contoh modal investasi adalah biaya mesin jahit, komputer, dsb.

3. Pertimbangan Lain
  • Dalam berbisnis boleh bermitra atau sendiri. Ini menentukan juga asal modal darimana, bisa berasal dari pinjaman atau dana sendiri. Yang penting harus jelas.



Saat ibu memutuskan menjadi Mompreneur, ibu dituntut untuk lebih cermat dalam mengelola keuangan. Jangan sampai dengan menjalankan bisnis, keuangan rumah tangga menjadi berantakan. Keduanya harus tetap berjalan.

Jenahara, "Usaha itu ngga ada yang langsung melesat, semua bertahap"
Berbicara atau membahas mengenai Perencanaan keuangan Keluarga berarti bagaimana me-manajemen keuangan untuk mencapai tujuan hidup (tujuan keuangan) keluarga.
Merencanakan keuangan dalam keluarga tidak sama artinya dengan hidup sederhana dan nyaris sulit. Merencanakan keuangan lebih ke arah memastikan kita dapat memanfaatkan kekayaan untuk memenuhi kebutuhan masa depan keluarga. 

Karena itu, perlunya untuk mengecek kembali kondisi atau keadaan keuangan keluarga. Apakah sudah sehat atau belum? 



1. Apakah masih ada utang?
Cek cicilan yang wajib dibayarkan tiap bulan. Idealnya besar utang adalah tidak lebih dari 30% gaji.

2. Biaya hidup lebih kecil dari pemasukan
Pernah dengar kan "hidup itu sebenarnya murah, yang mahal itu merknya." Jangan sampai menambah utang hanya demi gaya hidup.

3.  Punya dana darurat
Dana darurat diperlukan sebagai antisipasi jika penghasilan utama terhenti. Bentuk dana darurat harus cash. Besar minimal 3 x biaya bulanan. 
Emas dan LM bisa menjadi dana darurat karena mudah dicairkan. 

4.  Memiliki Tabungan
Tabungan berbeda dengan investasi. Tabungan adalah untuk rencana, sedangkan invetasi adalah untuk masa depan. Frekuensi tabungan harus lebih banyak uang masuknya daripada uang kluarnya. Misalnya, sudah rencana mau beli baju - nabung. Saat uang yang ditabung sudah keluar buat beli baju, tahan untuk tidak membeli lagi. 

Prita Ghozie
Demikianlah sedikit catatan yang saya ambil dari Workshop Finansial Literacy #ibuberbagibijak bersama Visa Indonesia, Prita Ghozie (Financial Planner), dan Jenahara (desainer/mompreneur)Workshop Financial Literacy #IbuBerbagiBijak ini merupakan program di tahun kedua yang diadakan oleh Visa Indonesia. Adapun tujuan diadakannya adalah mengedukasi kaum perempuan mengenai pentingnya mengelola keuangan keluarga dengan bijak.

Dan ini adalah tulisan ketiga saya tentang Pengelolaan Keuangan #IbuBerbagiBijak.
Tulisan pertama mengenai Budgeting , tulisan kedua mengenai Investasi. Silakan yang mau membaca kembali.
Semoga bermanfaat.
"Cara mengasah motivasi : lakukan sesuatu  di luar kebiasaan."

26 komentar:

  1. Semua butuh perencanaan ya ka, apalagi dan hak keuangan.. jangan sampe besar uang keluar dari rekening dari pada uang yang masuk.. PR terberatku godaan OLshop ka.. dompet digital aku habis terus huhu

    BalasHapus
  2. Prinsip2nya sama dengan materi yang saya dapat di dalam pelatihan wirausaha baru jabar 2018 bulan lalu. Sebagai perempuan yang mau terjun jadi pelaku bisnis, hal2 mendasar seperti mengatur keuangan dan waktu memang sangat penting

    BalasHapus
  3. Perencanaan keuangan sudah menjadi hal wajib yang dilakukan oleh semua orang.. Apalagi sudah banyak workshop dan aplikasi pendukung yang bermanfaat untuk dipraktekkan

    BalasHapus
  4. Aku lagi ngumpulin modal lagi nih, ntar amak.udah agak gede. Mau kembali ke toko aku buat jualan lagi

    BalasHapus
  5. Benar bangat Mba, meskipun zaman sekarang mau punya usaha semakin mudah karena kecanggihan teknologi namun sejak awal harus sudah tahu mau usaha dan punya planning serta rencana keuangan yang jelas supaya usahanya bisa berjalan dengan baik.

    BalasHapus
  6. Seorang istri ataupun ibu rumah tangga emang harus selalu detail kalo berbicara mengenai keuangam dibrumah . Aku juga mbak selalu catat uang masuk dan uang keluar di buku khusus keuangkan rumah tanggaku .. memjadi mompreuner juga salah satu impianku tuh mbak tapi sampai detik ini masih belajar untuk cari tau keahlian aku apa, pernah ikut seminar mbak prita jua aku. Beliau pernah bilang kalo mau usaha harus mulai dr apa yang kita sukaa...

    BalasHapus
  7. Wah menarik sekali.. ternyata tidak boleh ngasal yaa kalau ingin jadi mompreneur.. ada beberapa point yg harus disiapkan.. thank for sharing mba.. bismillah.. infonya bnr2 bermanfaat

    BalasHapus
  8. Wow Prita Ghozie dan Jenahara langsung nih .. para pakar! Tentunya tips trik ini bermanfaat banget

    BalasHapus
  9. Duh sedihnya. Saya sejak berkeluarga malah punya empat hal yang nggak sehat itu. Alhamdulillah yang nomor satu udah kelar. Yang saya sesali adalah, saya kurang bijak saat dulu lajang dan pemasukan keuangan bagus. TFS ya Mbak buat tulisannya.

    BalasHapus
  10. Mompreuner kudu bisa bagi waktu ya..., Ya..harus rela ada yg dikorbankan...terutama soal waktu mungkin ke anak-anak jadi kurang..,

    Kerenlah mompreuner aku mah..pasti udah stress duluan..

    BalasHapus
  11. Sejak lama saya pengen banget bisa berwirausaha, tapi hingga detik ini belum kesampaian juga nih soalnya masih maju mundur cari usaha yang pas

    BalasHapus
  12. Dulu pernah berwirausaha tapi gagal lagi mungkin kudu banyak belajar juga sih di dunia usaha dan dimulai dari apa yang kita suka. Btw aku suka banget sama penjelasan mba Prita ini.

    BalasHapus
  13. Aku selalu takjub dengan yang namanya mompreneur. Di tengah kesibukannya mengurus anak dan suami masih sempat untuk untuk berwirasusaha. Apalagi ketika menghadapi berbagai tantangan.. Salut pokoknya..

    BalasHapus
  14. Yup, setuju. Tabungan untuk rencana, sedangkan investasi untuk masa depan.. :)

    BalasHapus
  15. Setuju sama tips dari Mbak Prita Ghozie, tipsnya simple tapi pada prakternya tetap butuh effort yang besar. Menentukan usaha apa ? Butuh waktu, trial and error tapi yang penting tetap semangad

    BalasHapus
  16. Workshop finansial ini menurut daku ilmu yang bermanfaat sekali, karena kita bisa bijak mengelola keuangan

    BalasHapus
  17. Aduhh buat tabungan agak masih tersendat nih, apa lagi investasi suka sedih

    BalasHapus
  18. Selalu suka sama workshop financial soale saya bisa belajar bijak mengelola keuangan. Terus bisa cek juga nih keuangan kita sehat apa ga,, tapi kebanyakan sakit sih aku mah keuangannya haha.

    BalasHapus
  19. bener banget mbak, jd mompreneur di zaman sekarang mudah banget... nggak seperti dulu saat kakak saya mau buka usahanya aja buat ngenalin ke orang2 lamanya minta ampunnn

    BalasHapus
  20. saya pengen banget punya usaha rumahan mbak, cuma masih maju mundur, takut gak maju usahanya. ternyata memang harus direncanakan ya mbak, gak asal ada ide, langsung jreng. biasanya usaha sesaat niat belum maksimal. TFS mbak, ulasannya cukup membuat saya jadi mikir lagi, mau usaha apa yang pas densgan passion saya

    BalasHapus
  21. Emang seorang perempuan kudu cermat dalam keuangn dna kalau bisa bantu2 keuangan dengan jd womanpreneur ya mbak. Meski gtu juga kudu cermat ngitung uangnya supaya tau untung apa rugi usahanya.

    BalasHapus
  22. selalu kagum sama wompreneur.. hebat banget, bisa ngurus Rumah Tangga berikut sukses dikerjaan..

    BalasHapus
  23. keren banget dah kalau masalah ngatur uang ditambah dengan kemampuan jadi womanpreneur. walaupun disibukkan dengan tugas utama sebagai istri dan ibu tetap bisa berkarya dan berdaya. salut banget deh

    BalasHapus
  24. Secara teori sepertinya udah dpt banyak ttg manajemen keuangan termasuk ttg usaha jg yg hrs memisahkan antara keuangan keluarga n bisnis...tapi prakteknya...butuh komitmen tinggi yak xixixi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar banget, mba. Teori udah dapet banyak, pas praktek suka lupa lagi... Huhuhuhu

      Hapus
  25. Saya pernah ikuti seminar bu prita nih. Harus punya tabungan banyak buat madukin pos2 tersebut.. xixixi.. saya cuma 2.

    BalasHapus