kamunaku.com: Budgeting and Saving

Budgeting and Saving

Sabtu, 26 Agustus 2017


Minggu lalu, aku diajak KEB untuk mengikuti workshop finansial yang adakan oleh VISA. Tema yang dibahas adalah budgeting and saving. Aku pun langsung mengiyakan. Kenapa iya? Iya karena mengelola keuangan itu adalah salah satu hal krusial dalam rumah tangga. Karena memiliki keuangan yang stabil, akan menjadi fondasi yang kuat bagi sebuah keluarga. Dan karena aku suka uang...😀😀

Dalam sebuah rumah tangga, istri lah yang memiliki peranan penting dalam mengatur keuangan keluarga.  Istri dianggap lebih cermat mengelola keuangan, entah itu keuangan pribadi maupun rumah tangga. Makanya, menurutku seorang istri harusnya mempunyai/mengetahui ilmu mengenai pengelolaan keuangan. 

Sejak hamil anak pertama, aku memang memutuskan untuk menjadi full time mommy... alias ibu rumah tangga. Tidak terpikir olehku untuk menjadi ibu bekerja kantor (padahal males kerja kaliiii...😂). Kala itu aku merasa tidak mampu membagi waktu antara bekerja di luar dan mengurus anak. 
Kalaupun harus bekerja, aku ingin pekerjaan yang bisa dilakukan dirumah, tidak meninggalkan anak2. Aku hanya ingin mengurus keluarga, dinafkahi, dan hepi.

Keputusan menjadi ibu rumah tangga tidak serta merta membuat aku semaunya saja. Aku harus mempunyai konsep untuk keluarga kecilku. Mulai dari bagaimana ngurus anak, menentukan sekolah mereka nantinya, memikirkan apa saja yg dibutuhkan, sampai merencanakan berapa dana pensiun nantinya. 

Ribet? Ngga kok. 
Jalani aja perannya dengan sebaik-baiknya, termasuk sebagai menteri keuangan yang harus mengelola keuangan keluarga.


***

Hal paling simpel yang biasa dilakukan istri dalam mengelola keuangan keluarga adalah mencatat apa saja yang jadi pengeluaran sehari-hari. Memang secara sederhana budgeting adalah proses menyusun anggaran, baik dana yang masuk maupun yang keluar.
Tetapi dengan mengikuti workshop finansial yang mengajak Prita Ghozie sebagai mentornya, aku jadi lebih paham bagaimana budgeting itu. Mulai dari menyusun, merencanakan, dan mengelola pemdapatan-pengeluaran dalam periode tertentu.
Bukan bermaksud mencari untung atau rugi, melainkan dengan melakukan budgeting kita bisa mengontrol kondisi keuangan rumah tangga. Eit, tau kan mba Prita Ghozie? Finansial Planner & Educator, masih muda dan cantik.

Ada 3 langkah yang bisa dilakukan dalam budgeting (mengelola keuangan), yaitu :
1. Bikin Daftar Kebutuhan (Basic Need).
Kebutuhan ini maksudnya adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi agar kehidupan keluarga tetap berjalan. Setiap keluarga pasti punya kebutuhan yang berbeda-beda. Kebutuhan suami pasti juga berbeda dengan kebutuhan istri. Maka itu, buat daftar kebutuhan ini berdua dengan suami/pasangan.
Buat daftar hal2 apa saja yang kita dan pasangan butuhkan dalam waktu dekat. 

Dengan hal ini nanti akan muncul prioritas. Atau bisa juga kita langsung tentukan prioritas mana yang harus didahulukan. Mana yang masuk kebutuhan, mana yang termasuk kemauan.

Kebutuhan ada 2, yaitu kebutuhan saat ini dan kebituhan masa depan. 
Kebutuhan saat ini --> kebutuhan yang akan jatuh tempo dalam 12 bulan kedepan. Misalnya, pengeluaran rumah tangga, bayar uang sekolah bulanan. 
Kebutuhan masa depan --> kebutuhan  yang jatoh temponya masih 12 bulan lagi. Misalnya, kebutuhan naik haji,  kebutuhan di masa tua, kebutuhan pendidikan anak.

2. Menyusun Anggaran
Langkah pertama dalam menyusun anggaran adalah mengetahui berapa pendapatan keluarga. Setelah itu susun anggaran pengeluaran berdasarkan kebutuhan yang telah dibuat tadi. Susun pengeluaran berdasarkan prosentase.

  • Dana zakat, sedekah 5 %
  • Dana darurat 10%
  • Cicilan 30%
  • Tabungan/investasi 15%
  • Biaya hidup 30%
  • Biaya pendidikan anak
  • Gaya hidup 10%
Sekali lagi ya...menyusun anggaran pendapatan dan pengeluaran bukan untuk mengetahui untung atau rugi ya, melainkan untuk mengetahui kondisi keuangan.

3. Meraih mimpi keluarga
Setiap keluarga pasti mempunyai mimpi yang ingin dicapai/diwujudkan kan. Lagi2, mimpi kita dan pasangan kadang berbeda, karena itu tentukan dulu apa tujuan / mimpi keluarga.

Dalam mewujudkan mimpi bersama ini, yang musti dilakukan adalah :
- Tentukan dulu tujuan/mimpi (seat goal) 
Misalnya,  ingin punya rumah, ingin punya usaha, atau ingin liburan keliling dunia, dan sebagainya. 
- Membuat perencanaan (make plan) 
- Ada usaha dan upaya bagaimana itu bisa terwujud (get to work).
- Jangan tergoda yang lain. Tetap pada jalurnya (stick to it)
-  Raih mimpi (reach goal) 

Ada satu hal lagi yang diingatkan oleh Prita Ghozie dalam mengelola keuangan, yaitu bagi pengeluaran kita dalam 3 rekening. 
1. Rekening biaya bulanan; 
2. Rekening dana darurat;
3. Rekening tabungan/investasi.

Gunakan pembagian pos2 rekening ini sesuai peruntukkannya. Misalnya, rekening biaya bulanan untuk belanja dapur, bayar spp sekolah, shopping, dan sebagainya. Rekening dana darurat untuk berobat jika ada yang sakit, dan sebagainya. Begitu juga rekening tabungan untuk tabungan investasi. Dengan demikian kita juga belajar tertib untuk tidak menggunakan rekening yang bukan jatahnya. 

Nah, sebenarnya sudah beberapa tahun belakangan aku sudah mulai mengelola keuangan keluarga dengan cara prosentasi seperti di atas. Tetapi karena perempuan kadang suka susah mendisiplinkan diri secara finansial, mengikuti workshop2 seperti ini bisa jadi pengingat saat lupa. 

Mengatur pendapatan dan pengeluaran keluarga itu menyenangkan. Apalagi jika dengan usaha kita mengelola keuangan ini, perekonomian keluarga menjadi lebih baik. 
Seperti aku misalnya, senang karena tahun ini aku sudah bisa bebas dari semua hutang. (dan siap berhutang lagi, maksudnya 😁 )

Iya, segitu dulu catatan aku dari workshop finansial edisi budgeting and saving tanggal 24 Agustus kemarin.

Catatan terakhir.... 
"Jangan pikirkan berapa besar gaji tiap bulan, karena itu merupakan rezeki dari Allah. Tetapi yang harus dipikirkan adalah bagaimana kita mengelola rezeki itu, karena itu adalah tanggung jawab kita atas pemberianNYA."

Ah,  setuju kan....  
bersama sang mentor, Prita Ghozie




















18 komentar:

  1. Nah cucok itu mbak..sebagai mentri keuangan harus pinter mengelola keuangan dan suka banget bagian dinafkahi dan happy haha..akupun begitu lebih suka kerjaan yg tetep bisa ngawasin anak ya di rumah. Ada ini jadi makin pinter kita

    BalasHapus
  2. Pas banget ya ilmunya bisa diaplikasikan ya mak buat sehari2, emang penting banget deh financial planning & budgeting ini.

    BalasHapus
  3. Setuju...membuat rencana dan budgeting ini sebagai pertanggungjawaban kita pada rezeki dari Allah

    BalasHapus
  4. "Jangan pikirkan berapa besar gaji tiap bulan, karena itu merupakan rezeki dari Allah. Tetapi yang harus dipikirkan adalah bagaimana kita mengelola rezeki itu, karena itu adalah tanggung jawab kita atas pemberianNYA."

    Bagian ini bener banget, Mbak. Justru dengan bersyukur malah Insya Allah ditambahkan ya rezekinya :)

    BalasHapus
  5. Dari workshop ini malah jadi benar-benar mensyukuri rezeki dan mengelolanya sebaik-baiknya ya. Bukannya merasa kurang dan kurang terus, kalau diturutin memang nggak ada ujungnya sih.

    BalasHapus
  6. Belajar banyak aku dari workshop ini mba, gimana caranya penghasilan tiap bulan bisa mencukupi kebutuhan hidup. Trus, sejak dari workshop kedua visa dan ibu berbagi bijak. Makin rajin nabung buat beli sesuatu yg jumlahnya cukup besar

    BalasHapus
  7. Aku sekarang kalau ingin sesuatu, menabung sambil melabeli, 'untuk X'. Soalnya kadang ingin sesuatu tapi ngga ada uangnya, atau ada uangnya tapi sayang belinya dan akhirnya nyesel juga haha.. jadi kalau memang ingin (dan butuh) ya nabung dan beli saja.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar, Astrid. Kl mau membeli keinginan lbh baik menabung dl...

      Hapus
  8. Aku termasuk yg males kerja kantoran hihihi

    BalasHapus
  9. Pengen belajar kayak gini. Aku tuh masih malas ngatur-ngatur karena mikirnya masih buat diri sendiri aja. Hihi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih sendiri lbh enak...lbh bebas ya, Fah... Aku mau dong dibeliin 😄

      Hapus
  10. Selalu suka ikut acara begini, semakin melek buat ngatur anggaran.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, bikin melek. Asal jangan merem lagi pas sampe rmh ya, mba...

      Hapus
    2. Iya, bikin melek. Asal jangan merem lagi pas sampe rmh ya, mba...

      Hapus
  11. iya katanya istri tuh menteri keuangan di rumah tangga. Tapi saya suka stress kalau disuruh ngatur keuangan. Jadi saya serahin lagi ke suami hahaha. Tapi bukan berarti saya jadi seenaknya, sih :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngatur yg gampangnya aja ya.. 😄

      Hapus