kamunaku.com: Beli Rumah Vs Beli Apartemen: Mana yang Lebih Menguntungkan di Bandung?

Beli Rumah Vs Beli Apartemen: Mana yang Lebih Menguntungkan di Bandung?

Thursday, May 9, 2019
Saat ini, jika kita membahas soal tempat tinggal, tidak melulu berkutat pada rumah tapak saja.
Munculnya alternatif hunian lain seperti apartemen, membuat banyak orang memperhitungkan untung dan rugi dalam beli rumah ataupun beli apartemen.


Photo : Pixabay
Kalau teman-teman, lebih tertarik beli yang mana, beli rumah atau beli apartemen?
Tentu tidak mudah untuk memutuskannya, mengingat keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

Berbicara soal Bandung, sudah menjadi rahasia umum, bahwa ketersediaan rumah murah di Kota Bandung saat ini sangat terbatas, serupa dengan kota besar lain di Indonesia.
Tak ayal, kemunculan hunian vertikal seperti apartemen seakan menjadi solusi dalam menjawab permasalahan tersebut.
Namun, kultur budaya kita nampaknya tidak terlalu siap akan hal ini. Banyak masyarakat yang menganggap, bahwa apartemen bukanlah “rumah yang sebenarnya.”

Lantas, mana sih yang lebih menguntungkan untuk warga Bandung, beli rumah atau beli apartemen?
Agar tidak salah dalam menentukan pilihan, di sini aku akan memberikan beberapa faktor yang dapat menjadi pertimbangan dalam membeli sebuah hunian.

Buat kamu warga Kota Bandung, simak penjabaran di bawah ini, ya.

Lokasi dan nilai investasi
Photo : Pixabay
Nah, yang satu ini selalu saja menjadi pertimbangan utama dalam menentukan sebuah hunian.
Tidak cuma harus memiliki akses yang strategis, lokasi sebuah hunian juga menentukan nilai investasi properti tersebut ke depannya, lho.
Tingginya harga rumah tapak di Kota Bandung membuat banyak perumahan murah dibangun jauh di pinggiran kota, seperti kawasan Bandung Selatan, Bandung Timur, atau bahkan Kabupaten Bandung.
Kendati demikian, ada beberapa wilayah yang telah memiliki akses transportasi yang cukup baik, seperti dilengkapi dengan akses tol, terminal bus, dan sebagainya.

Lantas, apakah beli rumah di Bandung merupakan sebuah ide yang buruk? Tentu saja tidak!
Pasalnya, kawasan seperti Bandung Selatan, Bandung Timur dan Kabupaten Bandung diprediksi memiliki nilai investasi yang sangat baik di masa depan.
Hal ini dikarenakan, banyaknya proyek pembangunan yang tengah dikembangkan di kawasan tersebut.
Bagaimana dengan apartemen? Apartemen sendiri biasanya dibangun di pusat kota, atau paling tidak dekat dengan akses transportasi umum seperti pintu tol, bus dan stasiun.
Jika melihat Kota Bandung, pertumbuhan apartemen mungkin belum sepesat Jakarta. Namun, peminatnya semakin banyak dari tahun ke tahun.
Prospek investasi apartemen juga cukup menjanjikan di Kota Bandung. Apalagi jika kita berbicara soal Bandung sebagai pusat pendidikan dan destinasi wisata di Jawa Barat.
Banyak orang yang memutuskan untuk beli apartemen di Bandung sebagai lahan investasi propertinya.

Status hak kepemilikan atas properti
Photo : Freepik
Sebelum memutuskan untuk beli rumah atau beli apartemen, pastikan dulu bahwa kita mengerti tentang hak kepemilikan kedua properti ini.
Jika kita membeli sebuah rumah, maka kita akan mendapatkan Sertifikat Hak Milik (SHM) yang akan menjamin hak sebagai pemilik tunggal atas tanah dan bangunan di atasnya.
Berbeda dengan apartemen. Jika kita memutuskan untuk beli apartemen, kita akan mendapatkan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) yang memiliki batas waktu penggunaan sampai 20 tahun.
Sama halnya dengan SHM, HGB juga berisikan hak-hak dari si pemilik properti.
Hanya saja, jika membeli apartemen, hak kepemilikan hanya mencakup unit apartemennya saja, tidak beserta tanah dan fasilitas yang terdapat pada apartemen tersebut.
Para pengembang apartemen sadar, bahwa hal penggunaan sertifikat strata title atau kepemilikan lahan bersama sedikit banyak mempengaruhi pilihan calon pembeli.

Harga beli dan biaya perawatan
Photo : Freepik

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, harga beli rumah di Bandung dan kota-kota besar lain di Indonesia mengalami kenaikan yang cukup tinggi.
Menurut Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) yang dirangkum Bank Indonesia, rata-rata kenaikan harga perumahan dalam satu dekade di 14 kota, termasuk Bandung, mencapai 39,7 persen.
Hal ini menjadi concern tersendiri bagi masyarakat yang ingin beli rumah di Bandung dengan budget yang terbatas.
Namun, jangan lekas berkecil hati ya, apabila tetap ingin beli rumah di Bandung, kita bisa kok memanfaatkan fasilitas cicilan rumah atau KPR yang saat ini banyak tersedia.

Lantas, bagaimana dengan apartemen?
Harga beli apartemen di Bandung juga tidak bisa dikatakan jauh lebih murah dari rumah tapak, lho.
Rata-rata harga beli apartemen di Bandung dengan kisaran 1 miliar ke bawah berada di angka Rp12,61 juta per meter persegi pada kuartal II 2016.
Sedangkan pada kuartal II 2017, rata-rata harga beli apartemen  di Bandung naik menjadi Rp13,94 juta per meter persegi atau hampir mencapai Rp14 juta per meter persegi.
Urusan perawatan, rumah tapak agaknya lebih memberikan keleluasaan untuk kita dalam merawat dan juga menekan berbagai biaya perawatan yang tidak begitu diperlukan,.
Berbeda jika kita memilih tinggal di apartemen, karena biasanya aka nada biaya perawatan bulanan, serta biaya fasilitas lain yang jika ditotal jumlahnya juga terbilang cukup besar.

Fasilitas umum dan keamanan
Photo : Freepik
Faktor yang satu ini dapat dikatakan berkaitan erat dengan lokasi dari properti tersebut.
Memang, apartemen biasanya dibangun di pusat kota dengan berbagai fasilitas pendukung yang cukup lengkap, namun pembangunan perumahan tapak juga tentu mempertimbangkan aspek yang satu ini.
Meski berada di pinggiran kota, biasanya perumahan murah di Bandung dibangun dekat dengan fasilitas publik, seperti pusat perbelanjaan modern dan tradisional, rumah sakit, sekolah, dan lain sebagainya.
Cara termudah dalam menimbang hal ini adalah, beli rumah atau apartemen yang dekat dengan tempat-tempat yang biasa  dikunjungi.
Contohnya beli apartemen dekat dengan kantor, atau beli rumah dekat dengan lokasi sekolah anak.
Selain fasilitas umum, pastikan juga bahwa rumah atau apartemen yang akan dibeli memiliki aspek keamanan yang baik.
Keamanan ini mencakup keamanan akan tindak kejahatan dan juga bencana alam, seperti banjir, longsor, dan sebagainya.
Apartemen dan perumahan biasanya memiliki tingkat keamanan yang relatif serupa, karena terdapat petugas keamanan yang menjadi lokasi tempat tinggalmu selama 24 jam.
Namun, dari segi privasi penghuni, aku rasa apartemen lebih unggul. Sebab, tidak sembarangan orang bisa masuk ke dalam gedung apartemen jika tidak didampingi oleh pemilik unit.
Pemberlakuan card access di beberapa apartemen juga turut menjamin keamanan dan privasi dari para penghuninya.

Pilihlah secara bijak dan sesuaikan dengan kebutuhan
Photo : Pixabay
Setelah membaca ulasan di atas, saatnya untuk memilih dengan bijak, apakah akan beli apartemen atau beli rumah di Bandung.
Sesuaikan pilihan dengan apa yang dibutuhkan, sebab memiliki rumah atau apartemen merupakan tujuan jangka panjang dan membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Selain itu, apapun pilihan tempat tinggal, beli rumah atau beli apartemen tersebut melalui sumber yang terpercaya dan terjamin keamanannya.
Dalam hal ini aku percayakan kepada situs properti, 99.co Indonesia.
Di sana aku tidak hanya bisa beli rumah ataupun beli apartemen di Bandung, namun juga seluruh jenis properti yang tersedia di seluruh penjuru tempat di tanah air.

Sekian tips dari aku kali ini, selamat memilih hunian!

15 comments:

  1. kalo saya sih mau rumah atau apartemen sama aja.. yang terpenting adalah : "BERSAMA SIAPA TINGGALNYA.." #eeaaa

    ReplyDelete
  2. Saya pribadi pilih rumah karena pada jangka panjang bisa di renovasi atau di tingkat. Saya beli rumah subsidi sebagai investasi meskipun tingkat likuiditasnya rendah.

    ReplyDelete
  3. Wah bener, aku nih salah satu orang Bandung yang masih nganggap kalo apartemen itu bukanlah rumah yang sebenernya. Jadi ya, masih lebih milih beli rumah deh daripada apartemen :D

    ReplyDelete
  4. Jika saya sih lebih suka punya rumah dari pada apartment nantinya, dan setuju sih bahwa mau beli rumah atau apartment harus melalui pihak yang terpercaya, penting bangat itu.

    ReplyDelete
  5. Kakak saya anaknya kan sekarang sekolah di Bandung. Ga ingin kejauhan atau ngekos kakak cariin tempat buat anaknya itu. Setelah pikir2 dan pertimbangkan jadinya daripada ngontrak atau apartemen memilih beli rumah deh. Alhamdulillah bisa dapat di kawasan Dago, dekat dengan sekolahnya anak

    ReplyDelete
  6. Jujur aku pilih rumah cuma kalau ada rejeki buat tempat tinggal kedua apartemen bisa juga jadi pilihan karena sifatnya yang hanya buat mobile aja kalau aku.

    ReplyDelete
  7. Apartemen maupun rumah sama-sama memiliki mual jual yang bagus, hanya saja beda di kesannya saja gitu sih menurut daku

    ReplyDelete
  8. buat pasangan muda lebih suka apartemen tapi klo saya tetap suka tinggal di rumah biasa karena bisa lebih besar dari apartemen

    ReplyDelete
  9. yang penting, cekidot di situs properti terpercaya ya, apapun pilihannya. Ini salah satu alternatif nih situs propertinya. Lengkap kayaknya.

    ReplyDelete
  10. Rumah pasti butuh lah ya, nah kalau apattemen bisa jadi juga dibutuhkan dengan ebrbagai sebab, bisa jadi dekat tempat kerja, atau pasangan muda yg pengin hunian minimalis alias simpel.

    ReplyDelete
  11. Pengen banget bs invest apartemen nih..hahaha semoga aja ada rezekinya

    ReplyDelete
  12. Mau dua dua nya, satu untuk investasi properti, duh ngimpi dulu gak apa ya kan 😁

    ReplyDelete
  13. Dimanapun tempatnya kalau diriku lebih pilih beli rumah yang jelas SHMnya..rasanya kalau punya properti HGB kayak nggak punya sendiri gitu

    ReplyDelete
  14. Bandung tuh bikin kangen ya mba.. aku pernah sih terbayang pengen tinggal di bandung.. semoga suatu saat nanti bisa tercapai impian aku punya rumah di bandung.. ya minimal punya apartemen ya mba, jadi kalo ke bandung bisa tinggal di hunian sendiri..

    ReplyDelete
  15. Kalau akulebih suka beli rumah karena kl rumah kan sudah SHM ya. Jadi sampai kapanpun rumah itu milik kita dan lebih leluasa ngutak2i. Kalau apartemen kayaknya msh blm berminat beli.

    ReplyDelete