kamunaku.com: Penanganan Luka Bakar Mitos dan Fakta

Penanganan Luka Bakar Mitos dan Fakta

Tuesday, March 19, 2019
Penanganan Luka Bakar Mitos dan Fakta. Suatu sore aku pulang ke rumah dengan sangat tergesa gesa. Mobil terpaksa kupacu dengan kecepatan tinggi, berharap sampai di rumah dengan cepat.
Gibra, anak bungsu saya (saat itu berusia 2 tahun), sedang menangis tersedu-sedu di rumah. Ia menunjukkan pada saya, jari-jari tangannya yang melepuh terbakar terkena air panas.
Saat ingin mandi sore, tanpa disadari mba pengasuhnya, tangan mungilnya nyemplung ke bak mandi yang berisi air panas. Si mba belum sempat mencampur air mandinya dengan air biasa.
Waktu saya sampai di rumah, Gibra masih terus menangis, walau pertolongan pertama yang dilakukan mba pengasuh sudah dilakukan, yaitu mengolesi tangan yang terkena air panas dengan odol.
Benarkah odol dapat mengobati luka bakar?

DERAJAT LUKA BAKAR
Menurut dr. Aryanto Habibie SpBP-RE, di acara Welcoming MEBO to Watsons Indonesia, 70% insiden luka bakar terjadi dalam rumah tangga. Banyak aktivitas dalam rumah tangga yang memiliki resiko terkena luka bakar. Seperti kegiatan menyetrika, tersiram air panas atau minyak panas saat memasak, kena knalpot, ataupun tersengat aliran listrik.
Tetapi sebenarnya, 80% kejadian luka bakar dapat dicegah apabila mendapatkan penanganan yang tepat.



Ada 3 derajat/ tingkatan luka bakar :
1. Luka bakar paling ringan.
Yang masuk dalam tingkatan luka bakar paling ringan adalah luka bakar yang hanya membakar kulir di lapisan pertama. Contohnya akibat sengatan matahari (sunburn).
Biasanya menyebabkan kulit kemerahan, nyeri, dan kulit kering.
Pertolongan pertama : pemakaian sunblock.


2. Luka bakar selain terkena sinar matahari, seperti tersiram air panas atau minyak panas. Terbagi lagi menjadi 2 : Luka bakar pada permukaan yang tipis; dan luka bakar yang mendalam.
Pada tingkatan ini, luka bakar membakar kulit di bawah lapisan kulit pertama. Menyebabkan kulit melepuh. Bila salah penanganan, bisa memperparah luka.

3. Luka bakar paling serius dan parah di antara luka bakar yang lain. 
Luka bakar yang membakar semua lapisan kulit dan jaringan di bawahnya.
Penanganannya harus segera dibawa ke rumah sakit/dokter. 


MITOS OBAT LUKA BAKAR
Menurut dr. Aryanto Habibie SpBP-RE masih banyak sekali mitos yang beredar di masyarakat seputar tata cara penanganan luka bakar, seperti mengoleskan odol, mentega, tepung dan sebagainya. Hal ini menyebabkan penanganan luka bakar yang kurang tepat sehingga dapat membuat luka bakar menjadi bertambah parah. Banyak kasus pasien luka bakar tingkat lanjut justru berawal dari luka bakar ringan yang disepelekan ataupun tidak ditangani dengan tepat.

MITOS dan perlakuan yang SALAH yang sering dilakukan dalam penanganan luka bakar :
  • * Memberikan odol pada luka. Odol atau pasta gigi mengandung zat warna dan pemutih yang dapat memperparah luka dan memicu infeksi.
  • * Mengoleskan mentega pada luka. Mentega membuat rasa terbakar semakin parah karena mentega menahan panas.
  • * Menaburi tepung pada luka. Walau banyak testimoni keberhasilan mengatasi luka bakar dengan menggunakan tepung, tetapi sebenarnya tepung bukanlah obat luka bakar yang baik.





PENANGANAN LUKA BAKAR
Lalu apa yang bisa kita dilakukan bila terjadi insiden luka bakar?
  • ~ Secepatnya didinginkan dengan air bersih suhu normal  Cari sumber air bersih terdekat tetapi jangan air dingin siram atau basuh dengan air mengalir agar panas tidak menempel terlalu lama. 
  • ~ Bila luka bakar mengakibatkan kulit melepuh/melendung, jangan kelopek lukanya. Tunggu hingga pecah/air keluar dari kulit yang melepuh itu.
  • ~ Oleskan salep luka bakar MEBO ke kulit yang terpapar. Salep MEBO dari Combiphar mengandung bahan alam, yang dapat membantu menyembuhkan luka bakar.
  • ~ Penggunaan antibiotik dibolehkan bila diduga terjadi infeksi.
  • ~ Hubungi dokter jika luka bakar meluas dan berpotensi infeksi pada   area kulit yang lebih luas.
  • ~ Kesalahan penanganan dengan pemberian zat yang tidak ada gunanya (hanya karena mitos), akan menghambat sembuhnya luka.

Penggunaan obat salep luka bakar MEBO ini sangat dianjurkan untuk penanganan luka bakar.
Kandungan yang terdapat pada MEBO adalah:

Coptidis rhizome, batang phellodendri chinensis, akar scutellariae radix
Ketiganya merupakan bahan alam yang berhasiat untuk membantu meredakan nyeri dan membantu meregenerasi sel (perbaikan sel luka bakar).
Sesame Oil/minyak wijen, dan Beeswax.
Memberikan suasana lembab yang mendukung proses penyembuhan luka bakar dengan lebih baik sehingga meminimalkan timbulnya bekas luka.




MEBO sudah ada di Indonesia sejak tahun 2006. Selama ini Mebo dipercaya dan hanya digunakan di rumah sakit saja. Digunakan oleh para dokter di Indonesia untuk penanganan luka bakar dan luka lainnya. Selain di Indonesia Mebo hadir di 73 negara termasuk di New Zealand, Mesir, Uni Emirat Arab, Malaysia, USA, dan negara lainnya.



Kini, salep luka bakar MEBO dari Combiphar sudah bisa didapatkan di gerai WATSONS.
Dan dalam rangka peluncuran MEBO dan Watson memberikan promo spesial berupa potongan diskon 15 ribu yang berlaku mulai 15 Maret sampai 15 April 2019 sehingga dari harga normal Rp.96.500 menjadi Rp.81.500. Voucher potongan harga ini bisa didapatkan di Watson Pondok Indah Mall (15 -17 Maret 2019), Mall Kelapa Gading (22-24 Maret 2019), dan Mall Margo City Depok (29-31 Maret 2019).

Aku sendiri sudah memasukkan salep luka bakar MEBO menjadi barang yang wajib ada di kotak P3K di rumah. Supaya insiden terkena luka bakar sperti yang pernah dialami Gibra bisa diatasi dengan tepat dan cepat. 




15 comments:

  1. Jadiii ternyata selama ini kita terpapar mitos ya, mama Wi.

    ada odol, kecap, tepung, mentega dan entahlah apalagi. Untung Gibe gapapa yaaa

    ReplyDelete
  2. Aduh liatnya luka bakar derajat 3 kak,serem. Alhamdulillah ada produk yang tepat menangani.

    ReplyDelete
  3. mitos-mitos menyesatkan akhirnya dipatahkan.. makasih kak

    ReplyDelete
  4. Untuk luka bakar ringan seperti kena minyak panas, saya sudah turun temurun mengoleskannya dengan minyak ayam kampung. Karena sudah langka dan ga bisa lagi buatnya, kalua habis pakai salep ini boleh juga ya

    ReplyDelete
  5. Aku jadi geli sendiri mba kalo kena minyak pasti yang dicari itu odol, ternyata mitos yaaa

    ReplyDelete
  6. Kebiasaan kalau kena luka bakar itu panik dan langsung ingat dengan solusi yang ternyata setelah tau sekarang itu mitos, pantas saja sulit sembuh dan berbekas :-(

    ReplyDelete
  7. odol ini mitos paling laknat karena bikin parah. ada juga loh yang percaya obat cina yg bahannya salisilat buat luka bakar. paling bener pakai salep khusus luka bakar / ke dokter paling parah

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga pernah denger pake obat cina itu. Ngga tau kandungannya.

      Delete
  8. Hahaha jadi makin paham antara fakta dan mitos ini. Untungnya ada produk yang tepat ya teh.

    ReplyDelete
  9. Klw pake odol malah tambah parah toh mba, karna ada zat kimia yang menyebabkan bukannya sembuh, malah tambah sakit lamanya.

    Aku biasanya mengoleskan nya pakai salep khusus, tapi sekarang ada MEBO iya.
    Coba deh nanti aku beli dan menyimpan di perabotan kotak P3K di rumah.

    Terima kasih informasinya iya mba, :) :)

    ReplyDelete
  10. Ooalaaah ternyata jangan pake odol toh, duuuh saya sering bangat lihat orang yang olesin pake odol klo ada luka bakar, next saya larang deh.

    Mending nyetok MEBO aja untuk jaga-jaga, sedia payung sebelum hujan.

    ReplyDelete
  11. ihhh di tempatku ada yang pake odol, margarin sampe minyak makan. Beneran aneh bin ajaib, kadang kadang sampai infeksi malahan. Penanganan harus benar dan steril

    ReplyDelete
  12. Wuah salep luka bakar ini pasti berguna bgt dan mesti ada dalam setiap perlengkapan p3k

    ReplyDelete
  13. Dulu wkt kecil pernah terkena air panas langsung dikasih mentega..huhu ..mitos ya ternyata

    ReplyDelete
  14. Wah wah wahhh, bahaya juga kalo kita termakan mitos terus2an.
    MEBO ini bisa banget diandalkan ya
    --bukanbocahbiasa(dot)com--

    ReplyDelete