kamunaku.com: Orang bisa terkena diabetes itu bukan secara dadakan

Orang bisa terkena diabetes itu bukan secara dadakan

Friday, December 13, 2019
Hari Diabetes Sedunia: Tingkatkan Kesadaran Diabetes
Dulu kita menyebut diabetes atau sakit gula sebagai penyakitnya orang gemuk. Lantaran seseorang yang memiliki berat badan berlebih atau obesitas sering dikaitkan dengan diabetes. Padahal diabets bisa menyerang siapa saja. Selain faktor genetik, orang yang melakukan pola makan tidak sehat, jarang bergerak/olahraga, rokok dan alkohol beresiko tinggi terkena diabetes.

Sepuluh tahun lalu aku sempat mengkhawatirkan keadaan suami ketika berat badannya mencapai 96 kg. Kala itu usianya 32 tahun. Yang aku khawatirkan dia bisa terkena diabetes. Sehingga sebisa mungkin tiap kali aku masak, aku masakin dia tanpa gula. Atau kadang gulanya aku ganti dengan merk yang 'aman'. Untuk minum teh atau kopi juga kuberi tanpa gula. Aku juga selalu mengingatkannya untuk mengurangi konsumsi gula dan karbohidrat saat dia berada di luar rumah. Iya, segitu khawatirnya aku.
Dan bersyukurnya suami menurut apa yang aku bilang.

Kami berdua pernah menghadapi keluhan keluarga penderita diabetes. Yaitu Sumi, asisten rumah tangga kami, yang orangtuanya mengidap diabetes. Memang tidak secara langsung aku dan suami menghadapi penderita, akan tetapi tiap kali Sumi bercerita tentang ibunya yang kena diabetes, sedih mendengarnya. Ibu Sumi tidak gemuk, tidak juga kurus, sedang saja. Menurut Sumi, ibunya gemar sekali makan makanan manis. Susah jika diingatkan. Pun sampai terkena diabetes, masih saja tidak mau mengurangi konsumsi gula. Hingga pada akhirnya Sumi memutuskan tidak bisa bekerja lagi di rumah kami karena ingin mengurus ibunya. Kabar terakhir yang aku dapat saat itu, ibunya harus mengalami amputasi kaki.

Yes, yang aku tau diabetes adalah pintu gerbang bagi penyakit-penyakit kronis yang lain, seperti serangan jantung, stroke, kebutaan, gagal ginjal juga kelumpuhan. Ini jelas, diabetes dan akibat-akibatnya akan mempengaruhi kualitas hidup kita.
Diabetes secara global
Kadar Gula Darah
Pre-diabetes
Orang bisa terkena diabetes itu bukan secara dadakan. Orang yang terkena diabetes bukanlah orang yang hari ini sehat lalu besok terkena diabetes. Melainkan berawal dari perjalanan gula darah dalam tubuh yang lambat laun makin meninggi. Ini yang disebut Pre-diabetes.
Demikian penjelasan dr. Dante Saksono Sp.PD, PhD, Spesialis Kelenjar (Endokrinologi) dari RSCM, tanggal 14 November 2019 lalu.

Prediabetes umumnya tidak menunjukkan gejala tertentu. Meski begitu, tetap harus waspada. Seseorang yang kadar gula dalam darahnya melebihi batas normal harus mengetahui gejala pada penderita diabetes. Pre-diabetes terjadi saat gula (glukosa) mulai menumpuk dalam aliran darah karena tubuh tidak bisa mengolahnya dengan baik.
Dr. Dante Saksono, "Lakukan deteksi dini pada pre-diabetes."
Dalam acara Press Conference: Komitmen Sun Life meningkatkan Kesadaran Diabetes di Indonesia, yang bertepatan dengan Hari Diabetes Sedunia, dr. Dante menambahkan, ada 4 kategori orang yang beresiko tinggi terkena diabetes. Yaitu :

  1. Etnis tertentu. Banyak yang mengira orang Jawa lah yang beresiko tinggi terkena diabetes, karena makanan orang Jawa banyak yang manis-manis. Tetapi ternyata berdasarkan study genetik yang pernah dilakukan, yang paling dominan terkena diabetes adalah suku Manado. Ini bukan soal gaya hidupnya, melainkan memang dari gennya orang Manado ini punya risiko yang besar untuk terkena penyakit diabetes. 
  2. Berat Badan berlebih. Obesitas berlebih. Kegemukan menjadi salah satu faktor terjadinya resistensi insulin dalam tubuh. Resistensi insulin merupakan kondisi saat insulin tidak bekerja dengan baik untuk mengontrol level gula darah. Ukuran lingkar pinggang lebih dari 80 cm untuk perempuan, dan 90 cm untuk laki-laki, dianggap beresiko tinggi terkena diabetes. 
  3. Aktifitas fisik yang kurang. Aktivitas fisik yang kurang bisa menyebabkan seseorang terkena diabetes. Apalagi bagi mereka yang tinggal di daerah perkotaan, dimana biasanya aktivitas mereka dipermudah dengan teknologi yang menyebabkan mereka kurang bergerak. Maka dari itu, dr. Dante menyarankan agar masyarakat selalu menyempatkan diri untuk berolahraga setiap harinya agar terhindar dari diabetes.  
  4. Diet yang tidak seimbang. 
Ditambahkan, upaya efektif untuk mencegah dan mengendalikan diabetes harus dilakukan, dimulai dari menerapkan gaya hidup yang lebih sehat dengan cara:
  1. Menjaga pola makan sehat dan berimbang. Menjadi smart eater dalam arti pintar memilih makanan sehat untuk dikonsumsi. Termasuk didalamnya makan dengan gizi seimbang. 
  2. Aktif bergerak/berolahraga. Sebisa mungkin sempatkan waktu untuk berolahraga setiap hari untuk usaha mencegah diabetes dan menurunkan gula darah. Selain membantu membakar lemak, olahraga juga membantu membuat sel-sel tubuh lebih sensitif terhadap insulin.  
  3. Menghindari diri dari rokok dan alkohol 
  4. Membangun komunitas pendukung yang solid.

Komitmen Sun Life 
Di momen Hari Diabetes Sedunia, Sun Life Indonesia kembali mempertegas komitmennya dalam upaya melawan diabetes di tanah air. Bahkan sejak tahun 2015, secara global Sun Life ikut memerangi diabetes. Karena kalau ini tidak dicegah apalagi dengan bonus demografi, ini akan menjadi bahaya. Sun Life sangat peduli akan hal ini. Untuk mengedukasi masyarakat meningkatkan kesadaran diabetes ini Sun Life melakukan kampanye ke sekolah sekolah. Penyakit diabetes yang tengah menjadi ancaman kesehatan global, yang jika tidak segera ditangani secara serius, akan mengakibatkan pada rendahnya kualitas generasi bangsa, serta kerugian ekonomi yang signifikan. 
Kaesar Simanungkalit, Vice President Sun Life Indonesia
Menurut bapak Kaiser Simanungkalit, Vice presidentHead of Branding & Communications Sun Life Indonesia, salah satu langkah penting yang diambil Sun Life Financial Asia ialah dengan merilis laporan terkait diabetes di Asia, berjudul Diabetes in Asia: Empowering communities to lead healthier live pada awal tahun ini, yang berfokus di Negara Hong Kong, Filipina, Indonesia, Vietnam dan Malaysia.
Sehat Fisik juga harus sehat financial
Demi mendukung masyarakat Indonesia menjalani hidup yang lebih sehat, tahun 2018 Sun Life Indonesia telah menggaungkan kampanye kesehatan bertajuk ‘Live Healthier Lives’. Kampanye untuk memprioritaskan kesehatan sejak dini. Dalam kampanye ini Sun Life berkolaborasi dengan komunitas-komunitas di Indonesia memberikan edukasi tentang pentingnya kesadaran menjaga kesehatan fisik dan kesehatan financial. Kesehatan financial termasuk di dalamnya adalah adanya jaminan kesehatan berupa asuransi kesehatan. Ini karena tingginya biaya berobat jika sakit. 

Untuk membantu pengobatan diabetes saja, BPJS Kesehatan telah mengeluarkan dana sebesar 6,1 triliun. Meskipun ada BPJS Kesehatan, tetapi karena berbagai alasan, asuransi kesehatan, tetap diperlukan. Coverage, klaim dan pelayanan menjadi alasan utama kenapa kita butuh asuransi kesehatan disamping BPJS Kesehatan. 
Ibnu Jamil dan Kelly Tandiono #teamUpAgainstDiabetes
Dan menjadi bagian dari kampanye ‘Live Healthier Lives’ ini, salah satu upaya Sun Life Indonesia dalam membantu meningkatkan pemahaman dan kepedulian terkait diabetes, diwujudkan melalui aktivitas ‘Sun Life Virtual Charity Run’ yang secara resmi diluncurkan tanggal 14 November 2019, bertepatan dengan Hari Diabetes Sedunia.

Melibatkan duta kampanye ‘Live Healthier Live’, yaitu Ibnu Jamil dan Kelly Tandiono, Sun Life mengajak lebih banyak masyarakat untuk turut berpartisipasi dalam gerakan kolektif melawan diabetes, #TeamUpAgainstDiabetes

Selain itu juga, Sun Life mengadakan "Sun Life Resolution Run 2020". Yaitu sebuah ajang lomba lari dengan tujuan untuk menggalang donasi yang diadakan oleh Sun Life Indonesia pada tanggal 12 Januari 2020 di ICE BSD City, Tangerang Selatan. Kegiatan ini telah menjadi agenda tahunan yang diadakan oleh Sun Life di Indonesia Filipina, Hong Kong, Malaysia dan Vietnam. 

Sila cek info detailnya di www.resolutionrunindonesia.com       

No comments:

Post a Comment