kamunaku.com

KIWI MOJITOS

Wednesday, July 31, 2013
Dapat kiwi Zespri KiwiFruit dari @Fimelafamily itu seneeeng banget rasanya. Karena saya sekeluarga memang penyuka buah kiwi. Kemaren sudah memakan buahnya langsung, hari ini saya mau mencoba menyajian kiwi itu menjadi minuman yang menyegarkan saat berbuka nanti. Alhasil, nemulah resep KIWI MIJOTOS ini.
So fresh....

Bahan-bahan :
* 2 buah kiwi zespri dingin
* 2 buah jeruk nipis
* 50 ml sprite dingin
* 2 sdm sirup vanila
* es batu hancur secukupnya

Cara Membuat :
1. Peras jeruk nipis dan masukkan ke dalam gelas koktail (1jeruk untuk 1 gelas)
2. Hancurkan kiwi zespri dalam mangkuk dengan garpu hingga halus, masukkan dalam gelas
3. Masukkan es batu hancur. Tuangkan 1 sendok makan sirup vanila
4. Pelan-pelan tuang sprite, Kiwi Mojitos siap dihidangkan.

Bermain Maksimalkan Tumbuh Kembang Anak

Ini review saya tentang workshop selanjutnya yang saya ikuti beberapa waktu yang lalu.  Begitu banyak hal penting dan menarik untuk diingat dalam tiap workshop. Sama dengan workshop-workshop sebelumnya, acara seperti ini selalu menyenangkan dan selalu ada pembelajaran baru buat saya. Karena sebagai orang tua, saya membutuhkan pengingat dalam mengasuh anak-anak saya. Da sudah tentu kita semua ingin memberikan hal-hal yang terbaik buat anak-anak kita. 

Workshop kedua, diadakan oleh Majalah Good Housekeeping bekerjasama dengan Pinisi Edutainment Park. Sama dengan workshop yang pertama, tema acara yang bertempat di lantai.9 Pasaraya Blok M ini adalah "Bermain Maksimalkan Tumbuh Kembang Anak". Narsum pada hari itu adalah pemerhati anak, Kak Seto Mulyadi. 

doc.pribadi
Awal workshop kak Seto mengajak peserta untuk bernyanyi bersama. Bukan sekedar bernyanyi, selanjutnya beliau menjelaskan bahwa Hak Dasar anak adalah bermain. Menjadikan bernyanyi sebagai salah satu cara orangtua saat mengajarkan sesuatu atau bahkan bermain bersama anak. Mengubah cara bersikap orangtua kepada anaknya. Jangan pernah lagi memukul, menjewer, bahkan membentak anak. 

Dimasa-masa emas anak, dimana mereka membutuhkan rangsangan mengembangkan kreativitasnya, cara belajar yang menyenangkan adalah dengan bermain. Dengan mengajak anak belajar sambil bermain, orangtua diharapkan bisa menjadi orangtua yang profesional. Orangtua tidak boleh gengsi dan malu untuk bertingkahlaku seperti anak, untuk bisa menjadi sahabat anak kita. Jadi, orangtua secara bijaksana harus mau menyediakan waktu untuk bermain bersama anak. 
Ah, seketika saya inget Gibe. Dia akan merengek meminta saya menoleh dan tersenyum padanya jika saya sedang menggila dengan gadget saya. 
Kiat dari Kak Seto
doc.pribadi
Bicara soal bermain, ibu Ari kartika Direktur Pinisi Edutainment Park bercerita tentang konsep taman bermain di Pinisi yang diambil dari nama kapal khas Indonesia dari suku Bugis dan Makassar, Sulawesi Selatan. Di Pinisi Edutainment Park ini anak-anak dapat mengikuti kelas yang memperkenalkan kebudayaan Indonesia. Ada kelas Angklung, kelas batik, kelas gamelan, kelas tari, dan masih banyak lagi.

Diakhir workshop, Kak Seto berpesan bahwa dalam memilih sekolah untuk anak hal yang pertama menjadi pertimbangan adalah anak. Pilihlah sekolah yang anak senang berada didalamnya. Karena anak tidak wajib sekolah, melainkan wajib belajar. 



Bermain Maksimalkan Tumbuh Kembang Anak

Ini review saya tentang workshop selanjutnya yang saya ikuti beberapa waktu yang lalu.  Begitu banyak hal penting dan menarik untuk diingat dalam tiap workshop. Sama dengan workshop-workshop sebelumnya, acara seperti ini selalu menyenangkan dan selalu ada pembelajaran baru buat saya. Karena sebagai orang tua, saya membutuhkan pengingat dalam mengasuh anak-anak saya. Da sudah tentu kita semua ingin memberikan hal-hal yang terbaik buat anak-anak kita. 

Workshop kedua, diadakan oleh Majalah Good Housekeeping bekerjasama dengan Pinisi Edutainment Park. Sama dengan workshop yang pertama, tema acara yang bertempat di lantai.9 Pasaraya Blok M ini adalah "Bermain Maksimalkan Tumbuh Kembang Anak". Narsum pada hari itu adalah pemerhati anak, Kak Seto Mulyadi. 

doc.pribadi
Awal workshop kak Seto mengajak peserta untuk bernyanyi bersama. Bukan sekedar bernyanyi, selanjutnya beliau menjelaskan bahwa Hak Dasar anak adalah bermain. Menjadikan bernyanyi sebagai salah satu cara orangtua saat mengajarkan sesuatu atau bahkan bermain bersama anak. Mengubah cara bersikap orangtua kepada anaknya. Jangan pernah lagi memukul, menjewer, bahkan membentak anak. 

Dimasa-masa emas anak, dimana mereka membutuhkan rangsangan mengembangkan kreativitasnya, cara belajar yang menyenangkan adalah dengan bermain. Dengan mengajak anak belajar sambil bermain, orangtua diharapkan bisa menjadi orangtua yang profesional. Orangtua tidak boleh gengsi dan malu untuk bertingkahlaku seperti anak, untuk bisa menjadi sahabat anak kita. Jadi, orangtua secara bijaksana harus mau menyediakan waktu untuk bermain bersama anak. 
Ah, seketika saya inget Gibe. Dia akan merengek meminta saya menoleh dan tersenyum padanya jika saya sedang menggila dengan gadget saya. 
Kiat dari Kak Seto
doc.pribadi
Bicara soal bermain, ibu Ari kartika Direktur Pinisi Edutainment Park bercerita tentang konsep taman bermain di Pinisi yang diambil dari nama kapal khas Indonesia dari suku Bugis dan Makassar, Sulawesi Selatan. Di Pinisi Edutainment Park ini anak-anak dapat mengikuti kelas yang memperkenalkan kebudayaan Indonesia. Ada kelas Angklung, kelas batik, kelas gamelan, kelas tari, dan masih banyak lagi.

Diakhir workshop, Kak Seto berpesan bahwa dalam memilih sekolah untuk anak hal yang pertama menjadi pertimbangan adalah anak. Pilihlah sekolah yang anak senang berada didalamnya. Karena anak tidak wajib sekolah, melainkan wajib belajar.