kamunaku.com

Serunya berkomunitas

Tuesday, April 9, 2013
(foto: blogdetik)
#BloggerBicara Komunitas, itulah acara yang aku hadiri di Demang Resto & Cafe, Sarinah-Thamrin Minggu 7 April kemarin. Kali ini aku mendapatkan info acara itu dari Kumpulan Emak Blogger. Ketika aku membaca informasi acara ini, awalnya aku tidak begitu tertarik, jauh ku pikir, hari minggu pula (*hari keluarga :p). Lagipula aku ada rencana ke Bandung tanggal 7 itu. Tapi entah ada rasukan dari mana sabtu siang tgl 6 aku mengirim email pendaftaran dan langsung dapat jawaban dari mba Astri Kurnia.

Singkat cerita, tibalah aku di Sarinah hari itu, setelah perjuangan jalan sendiri ber-kereta, dan ber-busway (*rumahku di Bogor). Aku termasuk peserta yang hadir tepat waktu. Saat tiba di dalam Demang resto & cafe aku dalam kondisi lapar, dan lucky me acara diawali dengan makan siang bersama. Alhamdulillah, aku bisa isi perut sambil mencari kenalan (*jurus sksd dikeluarin).

Memasuki acara, peserta mulai banyak yag hadir, suasana mulai akrab, mc-nya lumayan kocak, mas Marwan dan mas Karel. Aku yang baru pertama kalinya ikut acara rutinnya @blogdetik ini mulai menyimak acara. Karena temanya adalah Komunitas, banyak komunitas yang hadir, ada komunitas Sugar Glider Fun & Crazy (SGFC), Kumpulan Emak Blogger (KEB), Kartunet, JakartaBerkebun, Bloggerreporter, KopdarJakarta, AseanBlogger,.....hhmm, banyak deh.

Acara yang  disponsori XL, Lenovo Mobile, Bening Communications, detikForum dan Cari Cinta ini, memulai intinya dengan diskusi tentang seluk beluk komunitas. Apa sih definisi komunitas itu, samakah komunitas dengan organisasi atau ormas, perlukah  adanya aturan/tata tertib dalam sebuah komunitas, bagaimana solusi jika ada masalah dalam komunitas itu, dan sebagainya. Diskusi yang menarik, karena ternyata tiap pribadi mempunyai maksud, tujuan dan pandangan yang berbeda walau mereka berada dalam satu komunitas yang sama. Di situlah serunya berkomunitas, life is never flat....(*salahiklan :p).  Dari diskusi ini aku baru tau loh kalau cinta segitiga bisa jadi masalah serius juga dalam komunitas (*lugu).
(foto: blogdetik)
Kesimpulanku, berkomunitas itu seru. Apalagi kalau komunitasnya seputar hal yang memang menjadi minat kita. Jika ada komunitas yang mempunyai aturan sendiri, selama anggota-anggotanya merasa betah, ya boleh-boleh aja. Toh, komunitas itu sifatnya gak mengikat kok.Dan kesimpulan bahwa ego pribadi gak boleh ada dalam sebuah komunitas apapun, aku setuju. Uhuk !! (*batukdulu)

Di sela acara, XL sebagai salah satu sponsor acara ini menerangkan program XL Komunitas, solusi hemat berkomunitas tanpa batas. Jujur, aku baru ngeh akan keuntungan XL Komunitas ini, yaitu bisa nelpon dan sms gratis sesama komunitas selama 24 jam penuh. Pantes anakku yang abg anteng aja dengan provider ini.

Acara juga makin seru setelah para peserta diminta untuk membuat komunitas dadakan lintas komunitas.  Dari keseluruhan peserta hadir terbentuklah 8 komunitas yang masing-masing terdiri dari 10 orang. Games pun dimulai. Disinilah gak boleh ada lagi jaim-jaim dan malu-malu (*otomatis harus buka suara dan unjuk gigi :))  Permainan pertama adalah membuat yel-yel, berlanjut  dengan permainan 'sedang apa'. Pemenang dari dua permainan ini mendapatkan voucher belanja dari Carefour senilai 1 juta rupiah persembahan dari @MbaTitis detikforum.

Serunya adu yel-yel (foto: blgdetik)
Permainan selanjutnya adalah cerdas cermat, pesertanya hanya 6 orang yang masing-masing memegang huruf   L, E, N, O, V, O. Huruf yang menempel digantungan kunci yang didapatkan ketika daftar ulang di awal acara. Hadiah buat pemenang cerdas cermat ini adalah sebuah handphone Lenovo S880 persembahan dari Bening Communication. Dan satu hadiah lagi sebuah Netbook Lenovo baru akan diberikan bagi postingan review terpilih selasa nanti.


Inilah "komunitas pojok"ku yang berhasil mendapatkan voucher belanja carefour (foto: blogdetik)
Pemenang HP Lenovo S880 bersama Mba Melly dari Detik Community (foto: blogdetik)

Menjelang jam 5 sore akhirnya acara berakhir. Alhamdulillah, senang bisa ikut acara  ini. Acara pertama buat ku dengan @blogdetik. Selalu menyenang bertemu dengan teman baru, komunitas baru. Semoga komunitas-komunitas yang hadir hari itu bisa menginspirasi dan memberi manfaat positif satu sama lain.

Selamat berkomunitas!!





Semua Akan Indah Pada Waktunya

Friday, April 5, 2013


Ya Allah, jangan biarkan ku sendiri !!


Ketika ku diam, sedih dan kesal...
Ketika tak ada seorangpun dapat mengerti...
Hanya ENGKAU....


Tak mampukah ku membuat hidupku lebih berarti,
Ketika semua keinginanku, 
Satu satu KAU gagalkan....

Sebenarnya apa yg hrs ku cari...?
Jika dengan diam, hati dan pikiran ini bisa tenang, aku akan diam.
Sungguh aku ga tau...
Aku hanya manusia biasa

Ya Allah, jangan biarkan aku menyerah !!

Aku berusaha berlari walau banyak semak belukar,
Aku berusaha melihat pelangi walau harus melompati awan,
Aku ingin mensyukuri semua anugrah yang telah Kau berikan
Aku ingin tetap setia dan sabar...
Menanti tibanya waktu yang telah Kau tentukan.

Karena aku yakin,
Kau akan berikan yang terindah pada waktunya.


*ditulis 4 April 2013, Genap 35 tahun, semoga hari ini menjadi ajang tafakur dan tasyakur ku. 

Mengajarkan Anak Meminta Maaf

Thursday, March 28, 2013
     Meminta maaf adalah sebuah ketrampilan sosial dan emosional yang perlu diajarkan sejak dini, karena sangat berperan dalam membentuk kepribadian yang positif. 
Namun jangan serta merta kita mewajibkan anak minta maaf setiap dia melakukan kesalahan. Kita harus mencermati dahulu, apakah ia benar-benar melakukan kesalahan atau tidak. Hal ini penting dilakukan supaya jangan sampai anak terlalu mudah merasa bersalah terhadap setiap kesalahan yang diperbuatnya.
     Bila kita membabi buta memvonisnya bersalah dan harus minta maaf, hal ini menjadi tidak sehat secara mental bagi anak. Dikhawatirkan anak akan merasa dirinya tidak baik sehingga berpengaruh terhadap perkembangan kemampuannya yang lain. Misalnya, karena takut melakukan kesalahan, anak tidak mau bersosialisasi, enggan berkreativitas dan lain-lain.

ilustrasi. dok.dwina
     Jadi biar anak tidak mudah merasa bersalah, kitapun perlu menjelaskan bahwa setiap orang bisa melakukan salah, baik itu anak-anak maupun orang dewasa. Dengan begitu dia akan memahami bahwa kesalahan bukanlah sesuatu yang amat buruk. Justru dari kesalahan, kita dapat belajar untuk tidak mengulanginya lagi.
     Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mengajarkan anak meminta maaf, antara lain :
  1. Berilah penjelasan terlebih dahulu mengapa anak harus meminta maaf sebelum mengarahkannya sehingga anak tidak bertanya-tanya mengapa ia harus meminta maaf, dengan demikian akan lebih mudah diarahkan. Penjelasan yang dimaksud dapat melalui dongeng atau cerita-cerita yang menggambarkan jika tokoh dalam cerita tersebut melakukan kesalahan maka ia harus meminta maaf.  Dengan cara ini, umumnya anak akan lebih mudah untuk bisa mengerti.
  2. Berikanlah contoh keteladanan di hadapan anak. Anak akan melihat dan mempelajari bahwa bila seseorang melakukan kesalahan maka ia harus minta maaf. Jadi, orang tua juga hendaknya jangan sungkan untuk meminta maaf pada anak bila melakukan kesalahan.
      Dengan mengajarkan anak meminta maaf saat melakukan kesalahan, maka ia akan belajar etika dan moral yang positif sehingga dalam pergaulan pun kepribadian anak akan lebih positif.
Semoga.  

*Sumber : Newsletter KOMIMO, vol.10, April 2013; Foto : Dok. Dwina