kamunaku.com: Perempuan Cerdas Berinvestasi Untuk Masa Depan

Perempuan Cerdas Berinvestasi Untuk Masa Depan

Jumat, 02 Mei 2014
Sebagai seorang perempuan dan seorang istri, pengetahuan tentang pengelolaan keuangan itu penting loh. Karena istri (dianggap) memiliki kontrol lebih kuat terhadap keuangan keluarga. Biasanya, di tangan istrilah keputusan alur keuangan diambil. Tapi tetap saja dalam memilih investasi aku selalu bingung, butuh expert untuk berdiskusi tentang hal satu ini.
Pertanyaan, "untung mana ya investasi di sini atau di sana?", sering muncul saat aku ingin mulai berinvestasi. Wajar ngga sih? Jujur, tujuanku berinvestasi adalah untuk membiakan harta. Karena kalau untuk merugi dan menghabiskan uang, semua orang juga bisa kali ya...
Belum lagi resiko yang harus dipikirkan. Jadi makin bingung manakala ada yang menawarkan sebuah investasi. Bukan hanya itu, saat ini tawaran berinvestasi makin beragam bentuknya. Ada Emas, property, asuransi, reksadana,pasar modal,...ah, banyak.
Nah, bicara tentang pasal modal, beberapa tahun yang lalu aku pernah ditodong suami untuk berinvestasi saham di pasar modal.
"Ih, susah ah. Mendingan jadi ibu kost atau banyakin kontrakan kali, ay," jawabku waktu itu.
Jawaban itu asal, akal-akalanku saja. Padahal, sebetulnya karena aku belum mengerti apa dan bagaimana berinvestasi di pasar modal.

Beruntung, kemarin aku mendapat kesempatan untuk ikut Seminar Pasar Modal Perempuan dan Investasi. Acara yang rutin diadakan oleh BEI dan Perusahaan Sekuritas ini merupakan program edukasi dan sosialisasi. Karena menurut data yang ada, jumlah investor yang ikut pasar modal hanya 0, 2 persen saja dari jumlah penduduk Indonesia. Selebihnya didominasi oleh investor asing. Wow!
Ini mungkin dikarenakan masyarakat kita masih banyak yang belum mengerti bagaimana berinvestasi di pasar modal. Padahal, Indonesia merupakan negara besar dengan sumber daya manusia yang besar juga. Perekonomian Indonesia pun cukup diperhitungkan oleh dunia.

Nah, di sini aku mau berbagi apa yang kemarin ku dapat. Berharap teman-teman perempuan yang berminat berinvestasi di pasar modal, ikut nyemplung bukan karena ikut-ikutan. Tetapi menyadari penuh atas tindakannya dalam mengambil keputusan untuk berinvestasi.

Mengapa kita harus mulai berinvestasi?
Ada beberapa alasan sebenarnya. Yang paling mendasar adalah karena kita menghadapai inflasi.
Inflasi adalah keadaan dimana suatu barang secara umum mengalami kenaikan secara terus menerus atau terjadi penurunan nilai mata uang dalam negeri. Ini disebabkan oleh mekanisme pasar.
Inflasi akan membuat harga-harga menjadi mahal. Sebagai contoh, pada tahun 1992 sebuah motor bisa dibeli dengan harga 2,5 juta, sekarang tahun 2014 harganya naik 12-15 juta. Atau, tahun 1990 kita bisa makan burger dengan harga 4500 rupiah, sekarang harga burger 27.000 rupiah. 
Alasan selanjutnya adalah, ketidakpastian.  Kita yang tidak bisa memastikan apa yang akan terjadi di masa depan. Dari dua alasan ini saja sudah cukup kuat mengapa perlu berinvestasi.

Apakah menabung sama dengan berinvestasi?
Putting your money in a piggy bank, cookie jar and bank account is not investing. Mengapa? Karena adanya inflasi dan ketidakpastian tadi. Tetapi bukan berarti tidak menabung ya. Katanya kan ibu jaman sekarang itu paling pintar menabung.  Ada sedikit uang lebih saja langsung ditabung, ada sisa uang belanja langsung masuk ke celengan. Bahkan, banyak ibu sekarang yang setiap bulan men-budget-kan uang gajinya untuk ditabung. Itu merupakan tindakan yang sangat benar. Nah, mulai sekarang coba tukar porsi menabung dengan berinvestasi, demikian saran mba Febriati Nadira, EVP Corporate secretary n communication PT Mandiri Securitas. 
Etapi kan sekarang investasi banyak macamnya. Ada saham, emas, obligasi, reksa dana dan lain-lain. Jadi makin bingung kan. Dalam paparannya kemarin, bapak Djoko Saptono, Kepala Divisi Edukasi BEI menjelaskan investasi paling aman adalah di pasar modal. Karena di pasar modal lah tempat bertemunya pihak yang membutuhkan dana jangka panjang dan pihak yang membutuhkan sarana investasi pada instrumen finansial (saham, obligasi, reksa dana dan lain-lain). Dalam pasar modal banyak pihak yang akan mengawasi jalannya transaksi. Ada OJK yang terdiri dari BEI, Kliring Penjamin Efek (KPEI), Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Peran Bursa Efek selain sebagai fasilitator, juga pembuat peraturan yang berkaitan dengan kegiatan bursa, dapat mencegah terjadinya praktek-praktek yang dilarang di bursa (kolusi, pembentukan harga yang tidak wajar, dsb). Bursa efek juga berperan menyebarkan informasi bursa secara transparan. Jadi, buang jauh deh persepsi-persepsi menakutkan tentang pasar modal. Apalagi anggapan bahwa pasar modal bagaikan perjudian, ngga kok! Kan banyak pengawas dan penjaminnya. Harga-harga saham yang diperjualbelikan juga jelas.

Nah, udah mulai mudeng kan dengan pasar modal? Atau masih bingung? hehehe...
Lebih lanjut, ini dia rangkuman langkah-langkah apa dalam berinvestasi.
Pertama, tetapkan tujuan investasi. Biasanya seorang ibu sudah memikirkan sejak awal tentang pendidikan anak-anak. Biaya sekolah anak dari SD sampai perguruan tinggi kadang sudah menghantui ibu sejak memasukkan anak ke TK. Iya ngga, sih? Belum lagi dana pensiun kita sendiri. Aku sendiri suka kepikiran tuh, punya tabungan berapa untuk hidup saat tua nanti?
Nah, biaya pendidikan dan dana pensiun bisa dijadikan tujuan dari investasi kita.
Setelah itu, pelajari alternatif investasi yang tersedia, plus kenali resikonya. Kalau berinvestasi di emas resikonya apa, berinvestasi di property resikonya apa, saham resikonya apa, dan sebagainya. Pemahaman tentang resiko ini berkaitan dengan kesiapan kita menghadapi berbagai kemungkinan yang terjadi.
Berinvestasilah sesuai kemampuan keuangan. Jangan memaksakan diri. Mempunyai dana berinvestasi besar atau kecil, kita tetap perlu mengatur strategi investasi kita. Manfaatkan jasa profesional apabila belum memahami wahana investasi.
Dan yang terakhir adalah, pertahankan tujuan investasi. Jangan terpengaruh fluktuasi sesaat.

7 Kiat menghadapi penipuan berkedok investasi
1. Jangan terjebak janji-janji palsu.
    - Hati-hati dengan penawaran yang baik-baik saja isinya
    - Jangan terjebak dengan iming-iming imbal hasi yang sangat tinggi
2. Hindari penjual yang memaksa
    - Jangan terjebak penjual yang memaksa
    - Jangan pernah membuat keputusan yang mendesak.
3. Waspadai penjual dengan bujuk rayu.
    - Jangan terjebak untuk melakukan investasi sekalipun si penjual merupakan orang yang anda kenal.
    - Investasi tipuan akan dianggap kredibel apabila dilakukan oleh orang terdekat.
4. Waspadai replikasi dan penguncian dana.
    - Hati-hati apabila skema yang ditawarkan mengharuskan anda merekrut investor lain.
    - hati-hati dengan pencairan dana yang sulit.
5. Hindari perusahaan yang tidak jelas.
    - Hati-hati dengan perusahaan yang tidak memberikan informasi yang jelas.
    - Waspadai apabila perusahaan tidak dapat menunjukan laporan keuangan yang jelas.
6. Cermati ijin dari Badan Pengawas
    - hati-hati penawaran investasi dari lembaga bukan keuangan yang tidak masuk Badan Pengawas.
7. Ingarlah Prinsip Investasi
    - Ingatlah bahwa hasil investasi selalu berbanding lurus dengan resiko yang ditanggungnya. 

Mengapa berinvestasi saham?
Membeli saham seperti membeli sepotong kecil perusahaan. Perusahaan adalah bentuk investasi terbaik. Perusahaan yang baik akan menciptakan produk yang baik, pasar yang baru, dan berkontribusi pada ekonomi.
Ilustrasinya begini, setiap hari perhatikan benda/barang apa yang selalu kita pakai. Mulai dari bangun tidur, ada pasta gigi, sabun mandi, shampo, handbody, dsb. Jika berinvestasi saham di perusahaan pembuat benda-benda tersebut (Unilever, misalnya) kita membantu perusahaan itu berkembang dengan baik, dan untuk seterusnya bisa menghasilkan produk yang baik. Produk yang baik itu kemudian kembali kita pakai. Begitu seterusnya.
Pada pilihan saham perbankan, kita bisa lihat dari jumlah dan kemudahan kita mencari ATM bank yang bersangkutan. Banyaknya jumlah atm suatu bank yang tersebar di lokasi strategis menunjukan bank tersebut banyak penggunanya.
Jadi, kalau ingin berinvestasi saham, pilihlah perusahaan yang produknya sering kita pakai/dipakai orang banyak. Atau pilih perusahaan yang usianya sudah lebih dari 5 tahun. Karena pada perusahaan-perusahaan itu lebih mungkin untuk berkembang, menjadi besar dan bertumbuh. 
Nah, itu sedikit catatanku dari Seminar Perempuan dan Investasi kemaren. Sudah dapat ilmunya nih, tinggal memutuskan mau berinvestasi dimana. Prinsipnya, jangan ikut-ikutan saat mau berinvestasi, tapi putuskan dengan bijak akan di olah kemana uang kita.
Be Smart Investor, Mom!

14 komentar:

  1. keren.......makasih ilmu mak..sayang saya gak bisa hadir.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih, mak Giarti :)
      Sayang bgt ngga dtg.

      Hapus
  2. makasih share ilmu-nya. perempuan memang kudu cerdas dalam memilih investasi. aku juga masih milih-milih mau invest dalam bentuk apa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo, Entik...jgn kelamaan milih2nya. :)
      Makasiih ya udah mampir.

      Hapus
  3. makasih infonya :), nambah ilmu nih tentang saham-sahaman :)

    BalasHapus
  4. ya investasi mmg pilihan yang tepat mba...tp sayang mmg blom mudeng dgn pasar modal hehehe...tp wkt itu pernah nonton Oprah show ttg keluarga yg bangkrut krn terlalu ambisi invest di pasar modal dan ketika perusahaan yg mereka percayai bangkrut modal mrk ikut hilang, bahkan tabungan pendidikan yg harusnya untuk anak jg amblas....intinya mmg lihat2 dulu tempat berinvestasi ya mba..sementara ini sy msh investasi di emas dan properti aja dulu ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waduh, kasian kl tab pendidikan anak ikut amblas ya, mak. Perlu di ingat, untuk tdk memaksakan diri dan berinvest lah sesuai kemampuan keuangan, gitu kan, mak.
      Nanti kl ada seminarnya lg mau ikutan lagi ah, biar lbh paham. ;) Makasih ya, mak.

      Hapus
  5. Dari Seminar ini jadi tau deh apa itu Pasar Modal dan peran Bursa Efek secara lebih dalam :D
    Memang benar, dalam berinvestasi diperlukan aware dan pembelajaran, tak bisa kita duduk diam, harus bisa mempelajarinya dengan cermat agar risiko tak terjadi. Jika dipelajari tentunya sangat menguntungkan dengan return yg lebih tinggi.
    Seminar keren dan memberikan wawasan luas ttg investasi selain dapat buffet lunch dan hadiah2 yg keren :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, beruntung bisa ikutan gratis seminar ini. :) Benar2 mengedukasi...

      Hapus
  6. saya sampai sekarang kok malah pusing ya membaca baca produk2 investasi yang bermacam-macam. dan banyaknya penipuan yang terjadi membuat saya apriori mak Dwina :)

    thanks sharing nya ya

    BalasHapus
  7. Klo aku taunya ngeblog mak Dwina, bingung klo soal investasi. Suami sih sekarang masih milih saham sebagai investasi, tapi ya memang fluktuatif ya, naik turun haha. Investasi lain juga banyak yaa

    BalasHapus
  8. Wah berkat Mak Dwina yang gape tentang investasi bikin nambah wawasanku juga :) tengkyu deh :)

    BalasHapus
  9. iya harus2 hti-hati soale banyak investasi ini.__________.*gaya

    BalasHapus