kamunaku.com: Kesemutan? Waspadai Gejala Neuropati

Kesemutan? Waspadai Gejala Neuropati

Jumat, 03 Agustus 2018

Pernah mengalami ngga, setelah lama duduk bersila kaki terasa kesemutan, kebas, atau bahkan mati rasa?
Kalau pernah, hati - hati loh karena itu bisa jadi gejala Neuropati.


Kesemutan dan kram adalah gangguan kesehatan yang cukup sering dialami oleh kebanyakan orang. Bisa dikatakan hampir setiap orang pernah mengalami kesemutan atau kram. Saat melakukan aktivitas duduk bersila dengan waktu yang lama, atau menopang badan dengan tangan, kaki atau tangan akan terasa kesemutan, kram, atau bahkan seperti kebas (mati rasa).
Seperti halnya gangguan kesehatan lainnya, kesemutan ini juga menimbulkan ketidaknyamanan terutama bagi mereka yang aktif. Meski menimbulkan ketidaknyamanan, masih banyak orang yang menganggap remeh kesemutan ini dan menganggap sebagai hal yang biasa. Berasumsi, "didiamkan sebentar juga nanti hilang", biasanya seperti itu. 
Padahal, kesemutan, kram, kebas, dan mati rasa bisa jadi merupakan gejala neuropati.

Apa itu Neuropati? 
Neuropati adalah kondisi gangguan dan kerusakan saraf TEPI. Neuropati ini biasanya beresiko terjadi pada penderita diabetes, usia lanjut, defisiensi vitamin khususnya vitamin B1 dan B12, gaya hidup tidak sehat. Neuropati juga dapat disebabkan oleh gaya hidup masyarakat sehari-hari dalam bentuk aktifitas berulang seperti bermain gadget,  mengendarai motor,  mengetik di komputer dan lainnya yang bisa menyebabkan kerusakan saraf. 


Menurut penjelasan dr. Manfaluthy Hakim Sp.S(K), Ketua Kelompok Study Neurofisiologi dan Saraf TEPI PERDOSSI Pusat, yang juga konsultan neurologis dari Departemen Neurologi FKUI/RSCM, neuropati dapat mengenai saraf sensorik, saraf motorik, saraf otonom, bahkan campuran dari semuanya. 

Gejala awal neuropati pada setiap orang berbeda tergantung dari jenis saraf TEPI mana yg terkena. Tetapi hampir semua mirip, diawali dengan gejala kebas kesemutan ringan, menurunnya fungsi saraf seperti hilangnya sensasi rasa dan gerak (kaku karena hilangnya kontrol pada saraf), hingga kecacatan permanen yang berpengaruh pada kualitas hidup.

dr. Manfaluthy Hakim Sp.S(K)

Gangguan dan kerusakan saraf ini bisa memberi dampak permanen jika tidak dicegah dan ditangani dengan tepat.

Siapa yang bisa terkena Neuropati? 
Resiko neuropati bisa terjadi pada siapa saja . Karena faktor terkena neuropati bisa disebabkan oleh lifestyle.
Bahkan fakta dari Consumer Behaviour and Lifestyle Studi 2014, gejala neuropati sudah bisa dirasakan oleh mereka yang berusia muda 26 sampai 30 tahun yaitu sebanyak 1 dari 3 orang. Hal ini ditunjang oleh faktor gaya hidup dan aktivitas keseharian yang terus-menerus dan berulang-ulang, seperti aktivitas dengan gadget (61,5%), mengendarai motor atau mobil (58,5%), duduk dengan posisi sama dalam waktu yang lama (53, 7%), dan mengetik dengan komputer (52,8%).

Prosentasi paling tinggi beresiko neuropati adalah masyarakat di kota besar seperti Jakarta dan Surabaya.
Ini menunjukan gaya hidup masyarakat kota besar sangat rentan beresiko mengalami kerusakan saraf.

PROSES NEUROPATI
Masih menurut penjelasan dr. Manfaluthy Hakim, tahap early/awal neuropati adalah adanya gangguan fungsi saraf TEPI tanpa kerusakan struktur.
Meningkat ke tahap Moderate, yaitu gangguan fungsi dengan kerusakan pada selubung saraf
Lalu meningkat lagi ke tahap Severe : gangguan fungsi dan disabilitas dengan kerusakan sebagian besar struktur saraf.


DAMPAK NEUROPATI
1. Luka
Bila kaki yang terkena, maka kaki akan tidak berasa. Sampai mati rasa. Ditahap lanjut, jika dibakarpun org tersebut tidak berasa panas, tertusuk juga tidak berasa sakit.
Karena artinya saraf sudah tidak berfungsi. Ini tidak dapat kembali lagi.
2. Penurunan kekuatan motorik.
3. Penurunan sensasi rasa sehingga mudah terluka.

MENCEGAH NEUROPATI 
Pengobatan dini atau pencegahan adalah hal yang penting dilakukan untuk mencegah kerusakan saraf.
Serabut saraf TEPI dapat bergenerasi secara perlahan jika masih hidup. Walau cara regenerasi serabut saraf ini sangat lambat, pencegahan perlu dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan saraf yang permanen. 


Mencegah Neuropati adalah dengan memperbaiki gaya hidup, mengupayakan gizi seimbang, olahraga teratur cukup untuk beregenerasi sel saraf. Juga mengkonsumsi vitamin neurotropik 1 kali sehari sejak dini secara teratur. Vitamin neurotropik yang terdiri dari vitamin b1, B2, B12 berfungsi memperbaiki gangguan metabolisme sel saraf, dan memberikan asupan yang dibutuhkan supaya saraf dapat bekerja dengan baik.

NEUROBION
Setelah sebelumnya Merck, sebagai produsen Neurobion, bersama dengan Para Neurolog mengadakan penelitian NENOIN (non-intervensi dengan vitamin neotropik) kali ini MERCK memperkenalkan kemasan baru Neurobion dengan logo baru sebagai simbol kesehatan saraf. Tampil lebih modern dengan logo terbaru yang ikonik. 
Holger Guenzel, Direktur Divisi Consumer Health PT. Merck, Tbk, menjelaskan bahwa Logo N berwarna biru dengan pola dot (bulatan-bulatan) merupakan simbol kesehatan saraf yang terkoneksi. 


Walau tampil dengan kemasan baru, kandungan Neurobion tetap sama. Dengan formula original yang terbukti secara klinis mengurangi gejala neuropati hingga 62,9%.

Untuk hasil terbaik, Neurobion Forte (yang berwarna pink)  dapat dikonsumsi oleh mereka dengan gejala neuropati ringan sampai berat. Selanjutnya untuk menjaga dan mencegah gejala neuropati muncul kembali dapat dilanjutkan dengan Neurobion putih.

Holger Guenzel, Direktur Divisi Consumer Health PT. Merck, Tbk


28 komentar:

  1. Iya kadang suka juga ya duduk lamaan kesemutan. Biasanya tepuk tepuk dan ilang deh. Thx infonya kak. Gaya hidup sehat memang keharusan ya

    BalasHapus
  2. Iya mba... Abby sering ngalamin ini klo sudah duduk dan kaki terlipat pasti kesemutan deh. Baru tahu klo.itu karena gangguan pada sistem saraf tepi. Perlu waspada ini hehee

    BalasHapus
  3. Duh serem ya....saya sering kesemutan jg nih...jadi perlu waspada nih...

    BalasHapus
  4. Sebelumnya saya mudah kesmeutan kalau duduk bersila terlalu lama, lalu sekarang suka nyeker saat berkebun dan alhamdulillah sudah nggak mengalami kesemutan lagi, makasih sharingnya ya, jadi tahu tentang neuropati

    BalasHapus
  5. Sejak melahirkan anak ketiga, sering sekali kaki kesemutan, baru tahu istilah neuropati. Thanks sharingnya mba, semoga kita semua sehat selalu ya, jauh-jauh juga dari kesemutan.

    BalasHapus
  6. Ya Allah... Seberat itu ya penyebab mati rasa itu. Saya suka kebas nih kalau kelamaan duduk. Meski hati2 jaga pola hidup. Semoga terhindar dari hal hal yang tidak diinginkan ah...

    BalasHapus
  7. Suka kesemutan kalo udah kelamaan ngetik. Mungkin itu indikasi neuropati kah? Kayaknya harus perbaiki gaya hifup memang ples makanan yang terjaga kesehatannya.

    BalasHapus
  8. Amu sering kesemutan kalau duduk lama. Ternyata kesemutan enggak bisa disepelekan ya... Ngeri jg ya bisa sampai merusak syaraf. Tengkyu infonya ttg neuropati dan Neurobion.

    BalasHapus
  9. Waduh aku kemarin duduk bersila lama sadar sadar kaki kaku ga terasa gitu, jadi masuk ke tanda-tandanya :( kalau minum neurobion sebaiknya test darah dulu ga ya untuk cek kandungan vitamin?

    BalasHapus
  10. eh iya yaaa duduk kelamaan krn browsing instagram nih kadang suka bikin kesemutan. waa tfs ya mbakk

    BalasHapus
  11. iiih ini aku bangeeeet!!! apalagi semenjak hamil & lahiran kemaren, aduuh gampang banget kesemutan & kebas. Sama dokternya emang dikasih neurobion buat menghalau kesemutan, katanya nanti juga lama2 bakal ilang, tapi tetep ya harus menjaga makanan, apalagi udah tua gini :D

    BalasHapus
  12. aduh, aku baru tau ini, ternyata kalo sering kesemutan itu salah satu gejala neuropati yaa..thanks banget mba udah sharing

    BalasHapus
  13. Aku harus minum Neurobion nih karena pas baca gejala-gejala Neuropati jadi ngeri.

    Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan yaa supaya bisa lancar ngblog'a*

    BalasHapus
  14. Perlu waspada ya kalau suka kesemutan.. gaya hidup sehat memang penting dampaknya buat kita juga ya...

    BalasHapus
  15. Walah pas aktif naik motor aku sering bnget kebas kesemutan kalo berkendara lama. Ternyata itu tanda neuropati toh. Beklah untung ada obatnya ��

    BalasHapus
  16. Asli aku kok baru denger yaa ada penyakit neuropati ini. Emg dasar ga gaul nih aku. Hehee.. Untungnya uda ada obat dari Neurobion yaa..

    Www.inkaparamita.com

    BalasHapus
  17. Duh aku sering kesemutan di tangan kalo kelamaan pegang hape huhuhu..jadi ngerii takut kena neuropati

    BalasHapus
  18. tfs mbaa, aku juga baru tahu ada penyakit neuropati.. kirain kalo kesemutan yaudah kesemutan biasa ajaaa.. ternyatahhh... huhuhu

    BalasHapus
  19. Aku kadang klo duduk lama atau ada diposisi yang sama dalam waktu yang cukup lama, kadang kaki suka kesemutan. Tapi kok baca ini ku jadi serem ya mba..

    BalasHapus
  20. wow aku kdg suka kesemutan nih mbaa.. makasii infonyaa berguna bgt..

    BalasHapus
  21. neuropati bisa dialami mereka yang usia produktif juga ya..aku pikir hanya mereka yang berusia lanjut saja

    BalasHapus
  22. Namanya asing ya Neuropati, tapi kalau kesemutan baru ngerti deh.. Hehehe.. Wah, emang kudunhati2 ya, kalau kesemutan. Tfs mba..

    BalasHapus
  23. Aku sering keram dan kadang-kadang kesemutan. Dan aku baru tau kalau masuk ke gejala neuropati. 😅

    BalasHapus
  24. saya pasti kesemutan kalo lama jongkok Mba, untungnya saya jarang jongkok, hehehe

    Ternyata kesemutan itu gejala neuropati yaa, makasih infonya Mba ☺️

    BalasHapus
  25. TFS mbak, berguna banget ini infonya..

    BalasHapus
  26. Ya ampun aku sering banget kesemutan deh....btw mamaku sering nih minum neurobion loh.

    BalasHapus
  27. Kaki saya kesemutan biasanya kl sudah terlalu lama duduk tanpa ganti posisi. Pernah hampir kaya gak bisa jalan gitu saat diserang kesemutan.

    BalasHapus