kamunaku.com: Februari 2014

Bebek Pedas Buat Mama

Selasa, 25 Februari 2014
"Mama mau makan apa hari ini?"tanyaku pagi tadi.
"Apa aja yang mba masak, pasti mama mau," jawaban mama membuatku besar kepala.
Sudah 4 hari ini mama tinggal bersamaku. Engsel lutut kaki kanan yang bergeser membuat mama tidak boleh banyak berjalan. Kebetulan kalau urusan memasak di rumah adalah bagianku.
Mama paling juara soal masak-memasak. Semua masakan, mama pasti bisa dan tidak ada yang tidak menyanjung rasa masakannya. Apalagi untuk event-event tertentu, mama pasti mempunyai menu masakan andalan.
Seperti hari raya Idul Fitri, misalnya. Sajian tradisi lebaran di rumah mama adalah bebek. Menu andalannya yaitu bebek rica-rica. Pedasnya yahud tapi tidak bikin kami sakit perut. Ada juga opor bebek dan bebek goreng. Bebeknya pun bebek peliharaan sendiri.  
Kata mama, biar setiap lebaran semua orang kangen datang ke rumah mama, harus ada hidangan istimewa. 
Maka jadilah bebek menjadi sajian tradisi lebaran di rumah mama.
Nah, hari ini aku ingin menyajikan menu bebek buat mama. Tapi kalau memasak, sepertinya ngga deh. Aku belum bisa mengolah dan memasak bebek se-enak mama.
Oke, mari beli sajalah! Semua restoran bebek di kota Bogor sudah pernah mama singgahi. Tapi ada satu yang belum, dan ini harus dicoba. Bebek Judes.

"Siapa yang judes?" tanya mama saat ku perlihatkan menu di web Bebek Judes :).
Aku memang berniat order ini secara delivery. Karena lokasi restoran Bebek Judes cabang Bogor ini memang agak jauh dari rumah, yaitu di Jl. Sancang no. 7D (arah Bogor Baru) Ph.(0251) 8183474. Ditambah pagi ini agak hujan.

Bebek Judes
JUDES itu merupakan singkatan dari Juara Pedas. Hhmm, kreatif juga ya pemilihan namanya.
Menu spesialnya adalah Bebek Perawan. Mulai bebek perawan bakar, bebek goreng, bebek getrot, bebek sambal ijo dan bebek balado. Diklaim bahwa kelebihan bebek di Bebek Judes adalah dagingnya yang relatif empuk, tidak amis dan tidak berbulu. Sambal yang menemaninya pun macam-macam, ada sambal judes, sambal mangga, dan sambel terasi. Wow!


"Mba, tapi mama ngga mau delivery. Mama mau cicipi bebek judes langsung di restorannya!" pinta mama.
"Ow, baiklah, Ma," kata ku sesaat.
"Kita tunggu mama bisa jalan ya...."

Omelet Nasi

Jumat, 21 Februari 2014
Hayo, siapa yang bilang kalau sarapan pakai nasi itu bikin gemuk? Itu tergantung seberapa besar porsinya kali ya. Kalau aku bikin sarapan, pasti cari yang paling gampang, paling cepat dan anak-anak plus bapake mau memakannya. Porsinya ngga perlu besar, namun mengenyangkan dan bisa menggoyang lidah. Haiyaah...

Dan nasi goreng plus telur dadar, adalah menu yang paling sering kusajikan Etapi pagi tadi disajikannya dalam bentuk lain. Nasinya dibungkus telur. Jadilah nasi omelet. Rice in omelette, kerennya.
Pertama bikin nasi gorengnya dulu, baru kemudian gulung pake telur dadar. Gampang kan? Gampil!
Tapi kalau begitu caranya, nanti pas mau disajikan nasinya buyar loh. Ngga bisa padat diam di dalam dadaran telurnya. Masa sih? Mau buyar atau ngga, yang penting sarapan buatanku selalu laku disantap orang-orang rumah. Yeeee....
Ini dia resep Nasi Omelet-ku...dijamin ngga buyar juga nasinya.


Nasi Omelet

Bahan:
* 5 butir telur, kocok
* 1/2 sdt garam
* 1 sdm krim kental
* 1 piring nasi putih
* 1/4 bawang bombay, cincang
* 1/4 paprika merah, iris kecil
* 100 gram daging giling
* 50 gram buncis, iris kecil
* 1 sdm saos tiram
* 1/2 sdt gula putih

Cara Membuatnya :
1. Tumis bawang bombay dengan 1 sdm margarin. Masukkan saos tiram dan gula putih.
2. Tambahkan daging giling. Aduk sampai daging berubah warna. Masukkan buncis yang telah diiris kecil.
3. Tambahkan nasi putih, aduk rata. Bubuhkan garam. Aduk rata, Angkat. Sisihkan.
4. Campur telur, krim kental dan garam. Kocok sampai menyatu.
5. Panaskan 1 sdm margarin di pan dadar telur. Tuang secukupnya adonan telur. Biarkan setengah matang, masukkan nasi secukupnya. Gulung.
6. Lakukan sampai adonan telur habis.


Sop Buah

Kamis, 20 Februari 2014

Sudah tau kan kalau sop buah ini mengandung banyak nutrisi dan vitamin. Di dalamnya terdapat buah-buahan yang kaya vitamin C, seperti strawberry, melon dan jeruk. 
Ini harus segera dikonsumsi setelah dipotong. Sebab vitamin C mudah rusak kalau terlalu lama di udara terbuka. Kalaupun disimpan dalam kulkas paling hanya bertahan 1-2 jam. Selain hilangnya vitamin C, kalau didiamkan terlalu lama, buah juga akan berubah warna. Tidak akan sedap dipandang bila ingin disajikan lagi.
So, aku makan sop buahnya dulu yaa...:)

Pecel Bunga Turi

Sabtu, 01 Februari 2014
Tadi pagi aku bikin sarapan pecel. Bukan pecel madiun, tapi pecel bunga turi. Sudah jarang ditemui pecel bunga turi kalau di Bogor, bahkan hampir tidak ada. Tetapi kalau di Jogjakarta, hampir semua penjual pecel, ya pake bunga turi. Seingatku, penjual pecel paling enak di Jogjakarta ada di deket pasar bringharjo. Sayurannya komplit. Ada daun kangkung, daun bayam, kol, bunga turi, daun pepaya dan bunga pepaya. Terus pelengkapnya bisa pakai bakwan udang, peyek kacang/peyek teri, atau tumis tempe. Enaklah, pokoknya :).
Foto: Nuke
Nah, kebetulan di depan rumahku, ada pohon turi. Mama yang sengaja menanamnya, karena ya itu...mama suka bikin pecel yang pake bunga turi. 
Bunga turi itu mengandung vitamin B. Selain bunga, daun turi banyak juga digunakan sebagai obat, diantaranya sebagai obat pilek dan sakit kepala. Tapi melalui proses dulu. Daunnya di tumbuk halus, di rebus dengan air sampai mendidih, lalu disaring. Nanti airnya diminum sebagai obat sakit kepala dan pilek tadi.

Tapi kali ini aku hanya menggunakan bunga turinya saja, untuk membuat pecel. Ini dia resepnya,

Pecel Bunga Turi

Bahan-bahan : 
* Bunga turi 
* Tauge pendek 
* Tauge rebus 
* Mentimun, cincang 
* Daun bayam, rebus 
* Daun kemangi 
* Daun kangkung, rebus 
* Daun pepaya, rebus 
* Wortel, rebus lalu potong2 
* Kol 
* Bunga pepaya, rebus 

Bahan sambal kacang (diuleg) : kencur, gula merah, air jeruk limau, air panas, daun jeruk, cabai merah rebus, cabai rawit rebus, kacang tanah goreng, garam, asam jawa dan terasi goreng.

Sajikan dengan nasi panas.