kamunaku.com: Belajar Tentang Kadal

Belajar Tentang Kadal

Selasa, 30 Juli 2013
"Ma, siniiii...!!! Maaa....!!!"
"Kenapa sih, deee...?' tanya saya seraya berlari ke arah suara.
"Tuh, liat!!!" jawab Gibe. Tangannya menunjuk ke arah teras. "Ih, Mokim main apa itu, Ma? Cecak besar!"

Mokim, adalah kucing jalan yang selalu nongkrong di teras rumah saya, sedang memainkan...eh, cecak besar?
Ya, inilah pelajaran baru buat Gibe tentang si cicak besar. hari itu kami cuma berdua di rumah. Kak Sava sedang pergi liburan bersama nenek. Kembali lagi ke mokim, si kucing jalan. Walaupun kucing jalanan, mokim (nama mokim diberikan oleh Sava dan teman-temannya), hampir setiap hari standby di teras rumah saya. Saya tidak memeliharanya, tapi juga tidak mengusirnya. Bahkan, mokim ini setiap malam selalu tidur tepat di depan pintu rumah saya. Jadi, bunyi "meooong" selalu ada di pagi hari menyapa kami ketika pintu dibuka :)

Memang sudah naluri kucing sepertinya, setiap melihat benda yang bergerak di dekatnya akan "diusiknya".
Entah darimana datangnya si kadal, mungkin dari taman kecil di teras rumah. Otomatis, si kucing langsung mengejar hewan berekor panjang itu. Hap, kena! Eh, lepas lagiii...Mokim terus mengejarnya.

"Mokiiiimm!!!! Jangaaaann!!!" teriak Gibe, seraya menanyunkan sapu ijuk. Tapi terlambat, si kadal sudah tak berdaya dalam cengkeraman si kucing.
"Mokim jahat!" 

Seperti tau kalau dimarahi Gibe, mokim melepas kadal dan terdiam memperhatikan korbannya yang juga diam.

mokim tertuduk dimarahi Gibe :)

Kadalnya sudah mati
Kadal, dalam bahasa inggrisnya Lizard, adalah hewan reptil yang berkaki empat. Kadal satu kelompok dengan cecak, bunglon, tokek, iguana, biawak. Bedanya, kadal tubuhnya lebih kecil, bersisik lebih halus dan berkilau. Bedanya dengan bunglon apa? Ukuran badan bunglon sedikit lebih besar dari kadal. Ekornya sama, panjang. Dan yang paling mencolok, bunglon bisa mengubah-ubah warna kulitnya dari warna cerah (hijau, kuning, atau abu-abu terang) menjadi warna yang lebih gelap, kecoklatan atau kehitaman.

Oke deh, sedikit pelajaran baru buat Gibe tentang binatang. Sekarang kita singkirkan dulu mayat kadal itu. Cauw!!

2 komentar:

  1. Waktu masih punya kucing (sekarang sudah almarhum), kucingku suka sekali main cicak. Tapi cuma untuk dibuat main aja, pas cicaknya mati, langsung deh ditinggalin begitu saja. Saya kebagian jatah nyapuin karena kalau sampe lupa disapu, pastinya disemutin. Hihi

    BalasHapus