kamunaku.com: Kedisiplinan Waktu Pada Anak

Kedisiplinan Waktu Pada Anak

Minggu, 18 November 2012

Rutinitas pagi di sebuah keluarga kecil.
Mama : "Sandy, ayo bangun sayang...Nanti kesiangan berangkat ke sekolah ".
Sandy : "Nanti dulu,Ma...Sandy masih ngantuk nih..." (tetap tidak beranjak dari tempat tidurnya dan menarik selimut)
" Ayo, Sandy...Sudah jam berapa ini? Kemarin kamu sudah terlambat ,masa hari ini kamu mau terlambat lagi?" kata mama yang sudah mulai habis kesabarannya, sambil menarik selimut Sandy.
Akhirnya karena merasa terganggu dan masih mengantuk, Sandy ngambek, menangis dan membuat suasana pagi hari di rumah tersebut menjadi tidak nyaman. Ketidaknyamanan tersebut akhirnya dengan cepat dirasakan oleh seluruh anggota keluarga  dan membuat SAndy menjadi 'bad mood' sepanjang hari.

Sangat disayangkan apabila kejadian tersebut di atas terus terjadi dikarenakan tidak adanya kebiasaan kedisiplinan waktu di dalam keluarga. Padahal perilaku kedisplinan dapat dilatih sejak usia dini. Disiplin dapat dilakukan secara paksa namun dapat juga dilakukan secara sukarela. Kedisiplinan yang dilakukan secara paksa biasanya tidak dapat bertahan lama. Oleh karena itu sebaiknya orangtua berhati-hati sekali dalam menerapkan kedisiplinan, terutama terhadap anak balitanya.

Kiranya beberapa tips berikut ini dapat membantu :

  • Jelaskan kepada anak dengan bahasa yang mudah dimengerti mengenai arti pentingnya kedisiplinan diterapkan di dalam keluarga. Ajak anak bicara dalam suasana bermain yang aman, nyaman dan menyenangkan. Jangan terlalu banyak penjelasan, karena hal tersebut malah akan membuat mereka bingung.




  • Buatlah suatu peraturan yang disetujui bersama antara anak dan orangtua.Agar lebih menarik, ajak anak membuat cap tangan dengan menggunakan cat air dengan warna pilihan mereka masing-masing sebagai tanda persetujuan
.

  • Buat tabel dengan pin berbentuk lucu yang dapat mereka tempelkan sendiri apabila mereka "berhasil" melaksanakan aktifitas mereka sesuai dengan aturan atau tidak. Misalnya pin "smiley tersenyum" dan "smiley cemberut". Setiap minggu ajak mereka mengumpulkan dan menjumlahkan berapa pin smiley tersenyum dan cemberut yang mereka peroleh untuk selanjutnya dapat ditukarkan dengan hadiah  yang ayah ibu siapkan. Misalnya 1-2 pin smiley tersenyum mendapat 1 stiker, 3-4 smiley terseyum mendapat 2 stiker dan seterusnya. Stiker2 tersebut nantinya dikumpulkan untuk mendapatkan hadiah kembali di akhir bulan. Begitu seterusnya hingga akhirnya mereka sudah terbiasa disiplin tanpa perlu mendapatkan hadiah.

  • Terapkan aturan-aturan tersebut sebagai suatu permainan yang dilakukan bersama-sama dan menjadi suatu rutinitas yang dilakukan sama setiap harinya. Seperti waktu bangun tidur, sarapan, makan siang, tidur siang, makan malam dan tidur malam.

  • Informasikan kepada anak secepatnya apabila ada beberapa hal yang dapat membuat peraturan tidak dapat dilaksanakan seperti biasanya, agar anak siap menerima adanya perubahan tersebut. Misalnya ketika liburan keluar kota dimana ayah dan ibu dapat melonggarkan sedikit peraturan untuk bangun tidur di pagi hari hingga waktunya tidur malam.
Yang paling penting dalam menerapkan aturankedisiplinan terhadap anak usia balita adanya contoh keteladanan, kasih sayang, kerjasama antar anggota keluarga dan sikap yang kosisten. Dengan demikian akan lebih mudah bagi anak untuk mengikuti aturan-aturan tersebut yang nantinya akan tumbuh menjadi suatu kebiasaan yang baik.

  

*Sumber : Newsletter Komimo Playschool
*Gambar : Berbagai sumber


Tidak ada komentar:

Posting Komentar