kamunaku.com: November 2012

Thanksgiving Indonesia

Rabu, 21 November 2012
Pernah dengar kan tentang perayaan ThanksgivingThanksgiving Day adalah hari libur di Amerika Serikat untuk mengucapkan terima kasih dan bersyukur di akhir musim panen. Thanksgiving Day sendiri jatuh pada hari Kamis keempat di bulan November di Amerika Serikat. Sedangkan, Kanada yang juga ikut merayakannya, menetapkanThanksgiving  Day pada hari Senin kedua di bulan Oktober.
Lalu, bagaimana dengan Indonesia? Adakah perayaan Thanksgiving di Indonesia? Jawabannya ada. Indonesia memiliki banyak suku dan sangat kaya akan budaya dan tradisi. Nah, di antara suku-suku yang berbeda-beda ini kebanyakan memiliki satu hari yang dapat disamakan dengan perayaan Thanksgiving. Tradisinya memang jauh berbeda, di Indonesia tidak ada kalkun panggang seperti di Amerika. Namun tujuannya sama, yaitu berterima kasih kepada Tuhan atas hasil panen dan rezeki yang berlimpah dengan memuji dan menyembah (dapat disimbolkan dengan penampilan tarian, musik, dan pertunjukan boneka tradisional). Berikut beberapa budaya tradisional yang dapat disebut Thanksgiving Day a la Indonesia!

Grebeg Syawal
Grebeg Syawal adalah upacara perayaan oleh Keraton Yogyakarta setiap awal bulan Syawal di kalender Hijriyah. Grebeg Syawal dirayakan dengan memberikan persembahan kepada bumi dan berterima kasih kepada Pencipta Alam Semesta. Saat perayaan Grebeg Syawal, Keraton Yogyakarta membuat Gunungan, yang berisi berbagai macam sayuran, buah-buahan, dan makanan kecil. Semua bahan makanan itu diatur sedemikian rupa menyerupai gunung. Gunungan adalah kebaikan hati Sultan untuk rakyatnya. Masyarakat Yogyakarta dan sekitarnya selalu berebut mengambil makanan yang ada di ujung atas Gunungan karena dipercaya dapat mendatangkan keberuntungan.
Perayaan ini mengekspresikan rasa syukur para muslim setelah sebulan penuh berpuasa di bulan Ramadhan. Biasanya perayaan di mulai pukul 11.00 dengan parade pengawal Keraton yang menggunakan seragam berwarna cerah. Mereka akan berjalan dari Siti Inggil sampai ke Pagelaran di bagian Selatan dan menunggu prosesi Gunungan. Upacara Grebeg Syawal diadakan di Alun-alun Utara Yogyakarta.

Festival Dewi Sri
Dewi Sri dikenal juga sebagai Dewi Padi oleh orang Jawa dan Bali. Festival Dewi Sri dirayakan untuk menghormati Dewi Sri dan Batara Anta (ular). Pada hari perayaan festival Dewi Sri, mereka akan mempersembahkan produk hasil panen mereka kepada Anta (ular) dan tidak akan menyakiti ular jika mereka menemukannya di rumah mereka. Rumah-rumah mereka berada di dekat sawah dan peternakan sehingga seringkali ditemukan ular. Petani tradisional di Jawa masih memegang teguh tradisi dan kepercayaan mereka, seperti tidak menanam padi di bulan Februari dan menunggu tanda-tanda dari Dewi Sri.

Sekaten
Perayaan Sekaten di mulai pada hari kelima di bulan Maulud (kalender Hijriyah). Masyarakat Yogyakarta, Surakarta, dan sekitarnya memercayai dengan merayakan Sekaten, yaitu dengan mendengarkan musik Gamelan, mereka akan mendapatkan hadiah dari Tuhan yang berhubungan dengan pekerjaan, kesehatan, dan masa depan mereka. Perayaan hari pertama di mulai di tengah malam dengan kedatangan abdi dalem dalam dua baris yang membawa dua set Gamelan yang bernama Kyai Nogowilogodan Kyai Gunturmadu. Biasanya akan ada juga karnaval yang diselenggarakan setiap perayaan Sekaten.

Seren Taun
Seren Taun dirayakan setiap tanggal 22 Rayagung berdasarkan kalender Sunda. Tradisi ini dikembangkan oleh Pangeran Madrais yang berasal dari Cigugur, Kuningan, Jawa Barat. Tradisi ini merupakan bagian dari agama Buhun, kepercayaan tradisional suku Sunda. Masyarakat yang merayakat Seren Taun biasanya membawa hasil panen mereka, seperti beras, jagung, buah-buahan, sayuran, dan lain-lain. Mereka mengungkapkan rasa syukur mereka kepada Tuhan. Perayaan Seren Taun memakan waktu selama tiga hari. Mereka menumbuk beras bersama sambil menyanyi ('ngagondang' dalam bahasa Sunda). Biasanya, masyarakat Cirebon dan suku Baduy di Lebak Banten yang rutin menggelar perayaan Seren Taun.

Anda ingin merasakan suasana Thanksgiving a la Indonesia? Ayo cari tiket menuju tempat yang merayakan Sekaten, Seren Taun, Festival Dewi Sri, atau Grebeg Syawal dari sekarang!

*Sumber: Notes.urbanesia.com

Kopi Bisa Megurangi Stroke Pada Wanita

Minggu, 18 November 2012

Untuk melawan rasa kantuk, biasanya orang mengonsumsi kopi. Dan hal seperti ini tidak hanya dilakukan oleh sebagian besar pria, akan tetapi banyak juga wanita yang seringkali mengonsumsi kopi untuk melawan rasa kantuk maupun mengatasi stress di tempat kerja. Meskipun begitu, satu hal yang patut kita ketahui bahwa kopi juga ternyata bisa bermanfaat, khususnya bagi wanita. Yakni bisa mengurangi resiko terkena serangan stroke
 
Berdasarkan sebuah penelitian oleh ilmuwan asal Swedia mengungkapkan bahwa wanita yang meminum satu hingga lima cangkir kopi dapat terhindar dari serangan stroke sebesar 22-25 persen, dibandingkan dengan wanita yang sama sekali tidak mengonsumsi kopi.
 
Penelitian tersebut melibatkan responden 34.670 wanita Swedia berusia 49 hingga 83 tahun. Para responden diperiksa catatan kesehatannya selama 10 tahun untuk mendapatkan informasi mengenai jumlah wanita yang kemudian mengalami stroke. Hasilnya, ditemukan fakta bahwa terdapat kasus sebanyak 1.680 yang mengalami stroke pada wanita yang tidak meminum kopi sama sekali atau meminum kopi kurang dari satu cangkir.
 
"Walaupun efek kesehatan dari kopi kecil, tetapi dapat memiliki konsekuensi yang besar bagi kesehatan masyarakat," ungkap Susanna Larsson ketua penelitian dari National Institute of Environmental Medicine di Karolinska Institute di Stockholm, Swedia.
 
Menurut hasil penelitian yang telah dilaporkan Stroke: journal of the American Heart Association, kopi yang termasuk minuman yang paling banyak dikonsumsi masyarakat di dunia. Kandungan insulin didalamnya yang menyebabkan kopi dapat mengurangi resiko stroke. 


*Sumber : AreaWanita.com

Kedisiplinan Waktu Pada Anak


Rutinitas pagi di sebuah keluarga kecil.
Mama : "Sandy, ayo bangun sayang...Nanti kesiangan berangkat ke sekolah ".
Sandy : "Nanti dulu,Ma...Sandy masih ngantuk nih..." (tetap tidak beranjak dari tempat tidurnya dan menarik selimut)
" Ayo, Sandy...Sudah jam berapa ini? Kemarin kamu sudah terlambat ,masa hari ini kamu mau terlambat lagi?" kata mama yang sudah mulai habis kesabarannya, sambil menarik selimut Sandy.
Akhirnya karena merasa terganggu dan masih mengantuk, Sandy ngambek, menangis dan membuat suasana pagi hari di rumah tersebut menjadi tidak nyaman. Ketidaknyamanan tersebut akhirnya dengan cepat dirasakan oleh seluruh anggota keluarga  dan membuat SAndy menjadi 'bad mood' sepanjang hari.

Sangat disayangkan apabila kejadian tersebut di atas terus terjadi dikarenakan tidak adanya kebiasaan kedisiplinan waktu di dalam keluarga. Padahal perilaku kedisplinan dapat dilatih sejak usia dini. Disiplin dapat dilakukan secara paksa namun dapat juga dilakukan secara sukarela. Kedisiplinan yang dilakukan secara paksa biasanya tidak dapat bertahan lama. Oleh karena itu sebaiknya orangtua berhati-hati sekali dalam menerapkan kedisiplinan, terutama terhadap anak balitanya.

Kiranya beberapa tips berikut ini dapat membantu :

  • Jelaskan kepada anak dengan bahasa yang mudah dimengerti mengenai arti pentingnya kedisiplinan diterapkan di dalam keluarga. Ajak anak bicara dalam suasana bermain yang aman, nyaman dan menyenangkan. Jangan terlalu banyak penjelasan, karena hal tersebut malah akan membuat mereka bingung.




  • Buatlah suatu peraturan yang disetujui bersama antara anak dan orangtua.Agar lebih menarik, ajak anak membuat cap tangan dengan menggunakan cat air dengan warna pilihan mereka masing-masing sebagai tanda persetujuan
.

  • Buat tabel dengan pin berbentuk lucu yang dapat mereka tempelkan sendiri apabila mereka "berhasil" melaksanakan aktifitas mereka sesuai dengan aturan atau tidak. Misalnya pin "smiley tersenyum" dan "smiley cemberut". Setiap minggu ajak mereka mengumpulkan dan menjumlahkan berapa pin smiley tersenyum dan cemberut yang mereka peroleh untuk selanjutnya dapat ditukarkan dengan hadiah  yang ayah ibu siapkan. Misalnya 1-2 pin smiley tersenyum mendapat 1 stiker, 3-4 smiley terseyum mendapat 2 stiker dan seterusnya. Stiker2 tersebut nantinya dikumpulkan untuk mendapatkan hadiah kembali di akhir bulan. Begitu seterusnya hingga akhirnya mereka sudah terbiasa disiplin tanpa perlu mendapatkan hadiah.

  • Terapkan aturan-aturan tersebut sebagai suatu permainan yang dilakukan bersama-sama dan menjadi suatu rutinitas yang dilakukan sama setiap harinya. Seperti waktu bangun tidur, sarapan, makan siang, tidur siang, makan malam dan tidur malam.

  • Informasikan kepada anak secepatnya apabila ada beberapa hal yang dapat membuat peraturan tidak dapat dilaksanakan seperti biasanya, agar anak siap menerima adanya perubahan tersebut. Misalnya ketika liburan keluar kota dimana ayah dan ibu dapat melonggarkan sedikit peraturan untuk bangun tidur di pagi hari hingga waktunya tidur malam.
Yang paling penting dalam menerapkan aturankedisiplinan terhadap anak usia balita adanya contoh keteladanan, kasih sayang, kerjasama antar anggota keluarga dan sikap yang kosisten. Dengan demikian akan lebih mudah bagi anak untuk mengikuti aturan-aturan tersebut yang nantinya akan tumbuh menjadi suatu kebiasaan yang baik.

  

*Sumber : Newsletter Komimo Playschool
*Gambar : Berbagai sumber