kamunaku.com: Juli 2011

Anniversary

Kamis, 21 Juli 2011
always...Tiramisu


Suamiku, 9 tahun sudah kita bersama mengarungi bahtera kehidupan. Banyak sudah marah, senyum, tangis dan tawa yang kita bagi berdua. dan itu semua belum berakhir, masih banyak derai airmata, tawa terbahak yang akan kita lalui. bukankah kita sudah berikrar untuk selalu bersama?
Bukankah hanya kematian yang akan memisahkan kita?

Maafkan aku yang masih saja meragukan akan arti dan makna sebuah perkawinan. Hanya kebodohan dan kepicikan yang membuat aku belum sanggup menemukannya.
Yang aku tau, aku mempunyai tekad dan niat untuk hidup bersamamu.
Tekad yang takkan goyah, yang harus kita tegakkan.

Anak anak kita menjadikan aku semakin kabur dalam memaknai perkawinan, ketika semua perhatian tercurah kepada mereka berdua, cinta dan perhatian, membuat aku kadang lupa bahwa kamu ada disampingku.

Maafkan aku suamiku, ketika diri ini berani memandang pergaulan sebagai suatu kebebasan.
Kamu tak pernah cemburu, tak pernah marah melihat kebebasanku dengan teman2ku yang lain, yang terkadang membuat aku ragu akan cintamu.
"Aku percaya penuh kamu" itu katamu selalu bila kutanyakan hal itu.

Suamiku, setiap malam ingin aku memelukmu. Mengatakan bahwa sepanjang jalan hidup kita kedepan, masih banyak yang harus kita tautkan. Masih banyak tekad dan niat yang harus diwujudkan.

HAPPY ANNIVERSARY, Suamiku.... peluk mesra dari aku dan anak anak kita.

Hukuman Sava

Rabu, 06 Juli 2011
Hari ini Sava masih menjalani hukuman dari mamanya. Mama gak jadi ke pasar karena si teteh gak datang. Waaaa....bakalan full pengawasan ni buat Sava. Tapi Sava tetaplah Sava. Bukannya buru-buru ngambil buku pelajarannya, malah balon tiuplah yang diambil. Ditiup, lalu dilepaskan lagi....."biar terbang," katanya. jadilah si adik, Gibe, teriak teriak kesenengan. Lari sana, lari sini.

"Savaaaaaa!!!!!"
"Waa gawat, ketauan mama!"
"Mama bilang apa?? Belajar !! Kenapa balon yang kamu ambil? Mana bukunya??!!"

Tetangga Pindah

Semalam aku kehilangan tetangga yang baru, sebut saja namanya mba Winda (ku panggil "mba" krn kebetulan beliau wong Jowo). Mba Winda sekeluarga ini tinggal dibeberapa deret rumahku sebelumnya, jadi rasa bahagia dan sedih ketika dia bilang mau pindah rumah. Karena kami tidak bertetangga lagi.

Bahagia karna dia akan menempati rmh baru, sedih karna akan berjauhan. Hari ini aku mengiriminya lukisan, langsung ku tujukan ke rumah barunya di Bali. Semoga menjadi kejutan buatnya.

Selamat dan Sukses buat Tetanggaku.