kamunaku.com: Hidup itu pilihan

Hidup itu pilihan

Rabu, 05 Mei 2010
Teman ku memutuskan untuk mempunyai bisnis sendiri, setelah delapan tahun lima kali pindah kerja, dengan gaji (sangat) lumayan dan posisi menjanjikan.

Menurutku itu sebuah keputusan yang sangat luar biasa. Malah, keputusan itu perlu dirayakan dengan pesta kembang api, saking hebatnya. Karena, aku tau betul bagaimana proses pengambilan keputusan itu.



Setiap kali dia memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya, untuk berbisnis sendiri, tau-tau ada perusahaan lain yang mengajaknya bergabung dengan salary nyaris dua kali lipat. Akhirnya, dia ragu dan mengikuti angin berhembus, masuk ke perusahaan baru itu.



Pekerjaan itu dinikmatinya sekian waktu, dan disaat tekadnya mulai membulat untuk keluar, bos memanggil dan mempromosikannya. Naik pangkat. Batal lagi mewujudkan mimpi.



Aku adalah orang yang paling rajin menertawakannya. Karena kesempatan itu nyaris selalu datang setiap kali dia sudah membulat-bulatkan tekad.



Sampai akhirnya, ketika bosnya minta pensiun dini dan her big boss meminta kawanku itu menggantikannya, dengan tanpa ragu dia menolak.

Ini benar-benar luar biasa. Kalau saja tawaran itu diterima, maka dalam tiga tahun, gajinya naik lima kali lipat! Keberuntungan yang membuat iri banyak orang.



But you know what? Dia marah besar waktu ku bilang dia adalah orang yang paling beruntung di dunia.



Dia bilang, tidak ada satu orang pun di dunia ini yang hidup dari peruntungan. Dia bisa terlihat beruntung karena tau bagaimana memilih.



Hidup ini penuh dengan pilihan-pilihan, paket lengkap dengan resikonya.



She's right. Mungkin sudah waktunya aku memberanikan diri melihat pilihan lain yang lebih beresiko, tapi bisa membuat hidup menjadi lebih kaya. Sounds tempting, huh?





*Seperti yang dituliskan aslinya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar