kamunaku.com: April 2010

ANAK LELAKI KU

Minggu, 11 April 2010
duuut...preeet..preeet....
Bunyi apa ni? hmm...huek ! Bau banget.
Aku endus-enduskan hidungku, mencari sumber bunyi yang berbau itu.
Kudapati anak lelaki ku lagi diam seribu bahasa...eh, sepuluh bahasa denk, dia kan belum punya banyak kata-kata.
Dari pangkal kakinya mengalir cairan kuning berbau. Lumayan banyak.
Walah, kenapa ni anak? Aku sempat panik.

"Teteeehhh !!!!"
Yang dipanggil berlarian dari arah dapur. "Kenapa, Bu?"
"Dede pup. Mencret. Makan apa tadi?"
Yang ditanya diam saja seraya membopong anak lelaki ku itu menuju kamar mandi.

Brrr....dingin amat ni kamar.
Ternyata AC kamar anak lelaki ku menyala pada derajat terendah, padahal dari tadi anak itu duduk deprok di lantai sambil main mabil-mobilannya.
Salah aku juga si, asyik kutak-katik Farm Ville aja, sampai tidak peduli dengan anak.
Hiks...maafin mama ya, Nak.

Aku jadi mengingat lagi kejadian tadi siang.
Karena udara panas, aku berniat membeli es buah yang mangkal di depan Giant Yasmin. Agak jauh dari rumah ku.
Baru saja ku nyalakan motor, anak lelaki ku merengek minta ikut. Panas-panas di tambah dengar rengekkan nya, cepat ku putuskan untuk mengajaknya.
Tapi karena sudah membayangkan dinginnya es buah, sampai lupa ku mengenakan jaket dan topi untuknya. Anak lelaki ku itu hanya mengenakan kaos dan celana pendek saja.

Sampai di TKP (singkatan yang ku pakai untuk menyebutkan tempat tujuanku pergi), sambil menunggu es buah, aku memesan es jeruk (kalau pake es pasti dingin ya?).
Lupa kalau di sebelahku ada anak lelaki berumur 1,5 tahun yang tidak terbiasa meminum es.

Sluuurrrp.....
Hampir setengah gelas anak lelaki ku menghabiskan es jeruk itu.
Oh my god, mudah-mudahan dia ga pilek.
Dalam perjalanan pulang, setelah membeli es buah, kulihat dari kaca spion, mata anak lelaki ku berkaca-kaca. Sepertinya karena silau, menahan panasnya matahari. Sudah tak pakai jaket, topi, tak berkacamata pula.
Haduuuhh...jangan sampai nenek-kakeknya tau. Bisa-bisa aku kena marah, plus plototan dari ayahnya.

Tambah lagi malam harinya...
Sehabis magrib, anak lelaki ku itu ku bawa ikut mengaji di rumah salah seorang tetangga. Lagi-lagi tidak ku kenakan jaket untuknya, karena menurut ku udara malam itu cukup panas.
Begitu pengajian di mulai, beriringan dengan mulai khusyu nya aku membaca Yasin, aku mulai lupa keberadaan anak lelaki ku.
Anak lelaki ku sudah berlari menjauh, mengikuti anak-anak lain yang sedang asyik bermain dekat pos ronda. Berjarak beberapa rumah dari tempatku mengaji.
Hampir 2,5 jam...udara malam.

Yah, begitulah....
Sekarang anak lelaki ku tergeletak tak berdaya.
Kata dokter, anak lelaki ku terserang Common cold.....bahasa gaulnya sih masuk angin.
Perutnya kembung dan mencret-mencret plus muntah-muntah.

Dan ini malam kedua aku tidak bisa tidur. Sudah 2 x 24 jam mata ini tak terpejam. Akibat kecerobohan aku sendiri.
Lagipula, ini konsekuensi jadi seorang ibu kalau anak sakit.
Ternyata memang tidak gampang menjadi seorang ibu rumah tangga. Apalagi, mau ikut-ikutan jadi ibu rumah tangga gaul...hihihi....

Mohon doanya ya, pren.
Semoga anak lelaki ku cepat membaik kondisinya, kembali ceria dan kembali lari-lari berkejaran dengan kakaknya. Amiin.

Di ulang tahun ku

Sabtu, 03 April 2010
Kemarin sepulang dari pergi, seorang teman lamaku mengirim sms.



"Wii, lu boleh boongin fb, tapi gw tetep inget tanggal 4 april".



Aku tersenyum membacanya. Sms kedua terkirim lagi.



"Wii, tolong tuh Fb lu benerin dulu.Gw mau nulis ucapan ultah jadi susah".



Hahaha....Seorang teman lama yang (kayaknya) tak pernah lupa dengan hari ulang tahunku.



Bagiku ulang tahun selalu istimewa.

Terlebih lagi akan selalu ada kado dari suamiku dan anak-anak....(hihihi...kado,bo, yang diharepin)...Setiap tahun aku akan selalu merencanakan apa yang akan ku lakukan pada hari itu dan akan menghabiskan waktu bersama mereka.



Tapi tahun ini, aku menambah keistimewaan itu.

Jauh-jauh hari aku merencanakan sesuatu yang berbeda, yang lebih berharga dan jauh lebih bermakna. Setidaknya berharga dan bermakna buat ku.



Di awali dengan mencari data apa atau siapa yang akan dituju. Bla...bla...bla...Dan kemudian pilihan jatuh pada Rumah Singgah di daerah Jakarta Utara(makasih ya, Ay).

Ya, aku ingin memberikan sedikit kesenangan ku pada mereka. Tak ada kado, kue, apalagi tiup lilin party. Hanya doa dari mereka. Mudah-mudahan menjadi berkah. Amin.



Hari ini adalah ulang tahunku. Tanggal 4 April.



Aku, yang setiap tahun, di ultahnya selalu ingin mentraktir teman-teman nongkrong ku berganti mentraktir adik-adik yang maybe not as perfect n smooth as u'r life, prend.

Mereka lebih membutuhkan...(ih, klasik banget deh).



..........



Alhamdulillahi robbil alamiin....



Ya Allah, terimalah rasa syukur ku.

syukur tiada terkira atas rahmat yang melimpah kepadaku,

Atas nikmat yang tak terhingga, yang untuk sekedar menghitungnya pun aku tak akan pernah sanggup.

KAU berikan aku seorang suami yang sangat mencintaiku (pengakuannya sih begitu...Awas aja kalo ga).

KAU ciptakan dia sebagai partner hidup, sahabat setia dan teman diskusi buatku.



Ya Allah, rasa syukur teramat sangat dariku, atas kiriman teristimewaMU, Sava dan Gibra.

KAU ciptakan mereka sebagai pewarna dan peng-indah hidupku sehingga hidupku jadi bermakna.



Ya Allah, hari ini ku bersujud padaMu.

KAU berikan aku semua kenikmatan hidup sampai di usia ini, tepatnya 32 tahun terlewati untukku.

Jadikanlah aku orang yang senantiasa bersyukur terhadap setiap rezeki dan anugrah yang Engkau berikan.



Amiin.



.......



Dear teman, dari tadi pagi, ga berhenti ucapan selamat dan doa untukku, yg lewat wall di fb, inbox ataupun sms.....so flattered....so thanksfull....big hug....

Sayang yah potongan kue nya ga cukup buat kalian semua.......



Say thanks juga buat :



1. Mama...yang, so pasti, udah melahirkan aku.

2. Mas Yusuf...thanks ya kadonya. Aku suka banget, tau!

3. Kak Sava dan Gibe....buat ciumannya disetiap pagi.

4. Mas Eko dan Bunda Eyen (plus Reno)...yang jauh-jauh dateng dari Jepang dan bawain nasi kuning khas Jepang-nya...(ngarepin i-phone juga nie...big grin... )

5. Temen-temen Komo-ers...yang jarang bertemu tapi terasa dekat.

6. Teman-teman SukDam...yang selalu menceriakan.

7. Teman-teman games FV dan SC...yang selalu memberikan hadiah-hadiah

8. Teman-teman milis, BGest, Chicers serta teman lain yang baru kenal di fb....terima kasih atas jalinan pertemanannya.
















Sang Mantan

Kamis, 01 April 2010
ku terjaga. ku lihat jam, masih menunjukkan jam 3 pagi. Sial, bakalan ga bisa tidur lagi nih.
Ku ambil net book ku, yang sedari sore masih ku biarkan menyala. Nulis...nulis...!! Rasanya tangan ini ini sudah gatel ingin menulis.

Ada 10 message di inbox fb-ku. Ah, abaikan saja. Jari-jari ini tanpa di komando langsung mengetik blogger.com. Tapi aku tetap diam terpaku.
Apa yang akan ku tulis? Aku masih teringat mimpi barusan. Mimpi yang membuatku terjaga sepagi ini. Mimpi aneh.

Siapa dia? Mengapa dia sangat dendam padaku? Dan ingin membalasnya sekarang?

Pikiranku seperti balik ke beberapa puluh tahun yang lalu. Mencari sosok pria misterius.
Mungkin dia pernah datang di kehidupanku. Mengisi hari-hariku. Dengan begitu indah.
Mungkin ketika aku dan dia masih berseragam putih-biru. Aku dan dia satu kelas.
Mungkin dia pernah menyatakan suka padaku, dan ku jawab dengan senyuman.
Mungkin dia yang selalu membawakan tas ku setiap perjalanan pulang.
Kemungkinan-kemungkinan itu.......

Dan akhirnya aku menemukan sosok nya.
Malam ini dia datang padaku. Wajahnya ku kenal. Wajah hitam manis itu masih seperti dulu dan dia tersenyum.
Di raihnya tanganku, aku masih terdiam. Di bimbingnya aku menuju suatu jalan, jalan kenangan.
Sepanjang jalan itu dia bercerita, mengajak aku mengenang keberadaan kami dulu.
Ya, aku ingat masa-masa itu. Aku terlarut.
Ku pandangi wajahnya yang terus bercerita. Ah, aku merindukannya.
Entah kapan dan kemana rasa itu hilang?

Dia terus bercerita. Tetap membiarkan aku diam terpaku menatapnya.
Tangannya kini telah menggegam tanganku.

Tapi entah apa dan bagaimana. Ketika ku mulai masuk dalam kenangannya, ketika ku rasakan nyata kehadirannya, bersama itu pula ku rasakan sesuatu di perutku...makin lama terasa panas.
Sebuah pisau menusuk perutku. Darah merah segar mengalir deras, masih sempat ku lihat.

Makin lama makin samar-samar pandanganku. Kini ku lihat dia tertawa. Dan berlalu membiarkan aku mati tergeletak di sini...sendiri.