kamunaku.com: Si Besar yang pesek

Si Besar yang pesek

Rabu, 10 Maret 2010

Kali ini aku masih saja sibuk memasukkan baju-baju ke dalam tas. Baju anak-anak sudah pasti yang paling banyak.

Begini ni kalau mau bepergian membawa "rombongan sirkus", repot.

Tidak boleh ada yang tertinggal.

Susu dede, sikat gigi sampai boneka kakak...ga boleh lupa.



Tiba-tiba putri cantikku masuk mengagetkan ku. Hmm....keringatnya mengalahkan wangi2an di kamarku.

"Ma, aku ga mau ikut deh. Boleh ya? Aku mau di rumah aja kayak ayah," masih terengah-engah.



"Emangnya kenapa?"



"Ga apa-apa sih. Aku mau main sama temen-temen aja di sini. Boleh ya, Ma?" pintanya.



"Yaaa....masa mama pergi sendiri, Kak?"



Tapi gadis kecil itu langsung berlari keluar tanpa mempedulikan pertanyaanku.



Pandangan ku kembali tertuju pada tumpukan baju di atas tempat tidur. Ragu.

Hanya beberapa menit...lalu, ku rapi kan lagi baju-baju itu, kali ini satu persatu ku masukan kembali ke dalam lemari.



Untuk kesekian kali, aku tak akan memaksa mereka ikut. Karena dengan alasan apa pun sebenarnya aku tau mengapa mereka begitu.

Ingatanku kembali ke beberapa bulan yang lalu, ketika aku mau ke Bandung. Semua berebut ingin ikut.

Waktu itu ke bandung ngapain yah? Oya, silaturahmi dengan keluarga baru.



Padahal sekarang sama, mau ke Bandung lagi. Inti tujuan sama...Silaturahmi, ke keluarga yang berbeda.

Tapi kali ini tidak akan ada rombongan.....Karena ga ada arena?

Ah, arena......andai kau masih ada. at wits' end






ditulis Oktober 2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar