kamunaku.com: Bayar listrik

Bayar listrik

Senin, 22 Maret 2010
Begitu masuk ruangan itu, aku langsung mengambil duduk dekat loket pembayaran.
Pufh...nomor 28. Masih cukup lama giliranku.
Sambil menunggu, mataku tertuju pada seseorang yang duduk di seberangku.

Seorang ibu muda...Ya, mungkin usianya tak beda jauh denganku.
Wajahnya khas Indo...
Rambutnya panjang - diikat satu - hitam lurus...sangat terawat. Mengenakan dress mini biru, selaras dengan warna tas yang ada dipangkuannya...sekilas terlihat merknya yang cukup terkenal.
Ditambah gelang-gelang di tangan, mempermanis gerakannya.

Mataku terus mencuri pandang ke arahnya.
Kini ke bagian bawah. Kelom geulis. Alas kaki berlukis dengan
high 7 cm itu menyempurnakan penampilannya.
Cantik!!

"Antrian 20!"
Panggilan petugas loket mengagetkanku, bersamaan dengan beranjaknya wanita itu ke arah loket.

"2 bulan. Tiga ratus lima belas ribu," kata petugas di loket.

Suara mas-mas di loket itu cukup terdengar olehku. Toh, letak tempat dudukku memang sangat dekat ke loket.

"Tapi uang saya hanya dua ratus ribu, Mas. Ga cukup buat 2 bulan," jawab wanita itu.
Juga terdengar jelas oleh ku.

"Ibu ambil duitnya aja dulu, nanti balik lagi," jelas mas-mas itu acuh tak acuh.

"Tolong lah, mas. Saya bayar 1 bulan dulu ya,"

"Ga bisa,Bu. Ibu balik lagi. Saya tunggu!"

Wanita itu meninggalkan loket. Bukan pergi, tetapi langsung duduk tepat disamping ku.

"Huh! Panas begini gw di suruh balik!" gerutunya.

Dibukanya tas ber-merk itu. Terlihat dia mengeluarkan empat lembar uang ratusan ribu dari dompet.

Menoleh sesaat ke arahku. Mata kami beradu pandang.

Sambil mengangkat bahu, dia berkata, "namanya juga usaha..."

Dia pun kembali berjalan ke arah loket.


ditulis oleh: uWii, 12 Maret 2010
Ps. Aku juga punya loh kelom lukis itu...Yuk di pesan!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar