kamunaku.com: Maret 2010

Sahabat

Kamis, 25 Maret 2010
Aku masih terlena dengan netbook-ku ketika terdengar suara pintu apartemenku diketuk.

Dengan langkah malas ku 'intip' siapa dibalik pintu itu. Ku tarik nafasku dalam-dalam.



"Hai, Mel. Masuk!" Ajakku setelah ku buka pintu itu.



"Hai, Wi. Sibuk ya?" Meli melangkah masuk. "Aku mengganggu ga?" seraya terus menuju meja makan.



"Ga, lah".



Meli, sahabatku di bangku kuliah. Kami, kurang lebih sudah 7 tahun, bersahabat. Dia sudah menikah dengan Mas Indra -yang juga sangat ku kenal- 3 tahun yang lalu. Tetapi mereka belum dikaruniai anak.



Meli sudah terbiasa datang ke apartemenku. Kapan saja dia mau. Apalagi kalau dia sedang resah, galau, atau apalah yang biasa dia sebut jika sedang berprasangka terhadap suaminya.

Seperti sekarang ini. Setidaknya itulah dugaanku.



"Aku bete, Wi," katanya memulai.

"Kamu tau kan hari ini ulang tahun perkawinan ku. Aku sudah merencanakan candle light dinner. Aku udah belanja, udah beli gaun baru, tapi..."



"oh, iya!" kataku pura-pura kaget. Ku tutup net-book ku. Ku buatkan Meli minuman kesukaannya - orange juice -, ku letakkan di hadapannya lalu ku duduk disampingnya. "Trus?"



"Tadinya aku mau buat surprise mas Indra. Tapi belum setengah hari, dia udah sms, kalau nanti malam mendadak dia harus ke luar kota, urusan kantor," di teguknya orange juice itu.

"Eh, kamu lagi bikin apa?" ceritanya terputus, pandangannya tertuju pada telur dan mentega yg ada di meja makan.



"ooo...lagi mau nyoba resep klappetart," jawabku seadanya,"Terusin ceritanya gimana tadi?"



"Iya, padahal aku dah bilang tadi pagi sebelum dia berangkat ...bla..bla..." Dan seterusnya dia akan sibuk cerita dan prasangkanya.



Sedangkan aku benar-benar tenggelam dengan resep dan bahan-bahan kue itu, tidak lagi mendengarkan curhat meli.

Meli memang begitu. Baginya cukup lega hatinya jika apa yang mengganjal di hatinya telah diungkapkannya. Dia tidak akan tersinggung jika tidak direspon, ditanggapi, cukup membiarkan dia menumpahkan segala kekesalannya.



Ah, adonan itu telah jadi. Tinggal ku masukkan ke dalam oven. Dan terakhir ku dengar Meli berkata," Aku mau tidur di rumah mama aja lah, Wi. Salam ya buat pacarmu itu, eh, jadi kan dia datang hari ini?"



"Eh, jadi...jadi...," aku agak terkejut.



"Kapan-kapan aku dikenalin donk. Okeh deh aku pulang dulu, mau langsung ke rumah mama aja." Meli beranjak dan menuju pintu setelah sebelumnya kami cipika-cipiki.



"Iya...iya. Ati-ati ya, Mel."

Ku tutup pintu apartemenku berbarengan dengan hp-ku yang berbunyi.



"Ya, halo, Mas."



"Halo, sayang. Nanti malam jadi ya kita nonton," suara berat itu sangat ku rindukan.



"Jadi donk. Mas jemput aku kan?"



"Pasti! Sampai nanti sore ya, beib. Miss you."



"Oke. Miss you too."



Sore ini aku menunggu Mas Indra, suami Meli.


















Berapa malaikat yang kau temui hari ini ?

Selasa, 23 Maret 2010
Ada berapa malaikat yang kau temui hari ini?
Atau hari kemarin?
Di dalam perjalananmu menuju tempat kerja?
Atau dalam perjalanan pulang kembali menuju rumah?
Atau bahkan di rumahmu sendiri.
Berapa malaikat yang kau temui?

Tidak ada?? Tidak mungkin !!
Mai kita ingat-ingat lagi.....

Mungkin dia yang membuatmu marah-marah, karena telah membuatmu terbangun ditengah malam buta, membuatmu terjaga dengan tangisan, dan kamu hanya berkata dengan bersungut-sungut, "Anak siapa siiihhh??? Nyebelin!!! Reseee!!! malem-malem nangis. Berisiiiiiikk !"

Padahal ia membangunkanmu untuk sesuatu hal bermanfaat disepertiga malam itu.

Mungkin dia yang membuatmu sewot, ketika tiba-tiba kamu bertabrakan badan di jalan sehingga membuatmu terjatuh. Membuatmu sedikit sakit dan malu, lalu kamu membentak dengan perkataan, "Pake mata doooong kalo jalan !!"

Padahal ia mengajakmu untuk berlatih sabar. Karena jika dia tidak menabrakmu, kau akan melewati hal yang lebih buruk...tertabrak mobil, mungkin??

Mungkin dia yang membuatmu berpikir buruk. Setiap hari dengan pakaian compang-camping dan baju dekilnya, ia menengadahkan tangan kepadamu. Sehingga membuatmu berpikir, "Males amat nih orang. Badan masih seger gitu tapi jadi pengemis..."

Padahal ia mengajakmu menjadi orang pemurah rezeki, setidaknya bermurah senyum.

Ya, coba deh ingat-ingat lagi.
Berapa kali dalam sehari kamu membentak, menghardik, berprasangka buruk, mencibir bahkan memaki orang lain?
Sebab mungkin disanalah malaikat itu berada.

Jadi, Senyumlah...setiap hari kepada siapa pun yang kamu jumpai.
Berpikirlah positif kepada setiap orang yang kamu temui.
Perlakukanlah oranglain dengan cara yang sama seperti kamu mengharapkan oranglain memperlakukanmu.

ALLAH selalu bekerja dengan cara yang misterius, maka selalu lah peka dalam menyikapi suatu hal.


ditulis kembali oleh: uWii

Bayar listrik

Senin, 22 Maret 2010
Begitu masuk ruangan itu, aku langsung mengambil duduk dekat loket pembayaran.
Pufh...nomor 28. Masih cukup lama giliranku.
Sambil menunggu, mataku tertuju pada seseorang yang duduk di seberangku.

Seorang ibu muda...Ya, mungkin usianya tak beda jauh denganku.
Wajahnya khas Indo...
Rambutnya panjang - diikat satu - hitam lurus...sangat terawat. Mengenakan dress mini biru, selaras dengan warna tas yang ada dipangkuannya...sekilas terlihat merknya yang cukup terkenal.
Ditambah gelang-gelang di tangan, mempermanis gerakannya.

Mataku terus mencuri pandang ke arahnya.
Kini ke bagian bawah. Kelom geulis. Alas kaki berlukis dengan
high 7 cm itu menyempurnakan penampilannya.
Cantik!!

"Antrian 20!"
Panggilan petugas loket mengagetkanku, bersamaan dengan beranjaknya wanita itu ke arah loket.

"2 bulan. Tiga ratus lima belas ribu," kata petugas di loket.

Suara mas-mas di loket itu cukup terdengar olehku. Toh, letak tempat dudukku memang sangat dekat ke loket.

"Tapi uang saya hanya dua ratus ribu, Mas. Ga cukup buat 2 bulan," jawab wanita itu.
Juga terdengar jelas oleh ku.

"Ibu ambil duitnya aja dulu, nanti balik lagi," jelas mas-mas itu acuh tak acuh.

"Tolong lah, mas. Saya bayar 1 bulan dulu ya,"

"Ga bisa,Bu. Ibu balik lagi. Saya tunggu!"

Wanita itu meninggalkan loket. Bukan pergi, tetapi langsung duduk tepat disamping ku.

"Huh! Panas begini gw di suruh balik!" gerutunya.

Dibukanya tas ber-merk itu. Terlihat dia mengeluarkan empat lembar uang ratusan ribu dari dompet.

Menoleh sesaat ke arahku. Mata kami beradu pandang.

Sambil mengangkat bahu, dia berkata, "namanya juga usaha..."

Dia pun kembali berjalan ke arah loket.


ditulis oleh: uWii, 12 Maret 2010
Ps. Aku juga punya loh kelom lukis itu...Yuk di pesan!

menangis dalam diam

Jumat, 19 Maret 2010
Menangis dalam diam...
itu yang sering dilakukannya.
Sudah pasti ada yang dirasakannya.
Tapi mengapa dia tak bicara,
setidaknya padaku.

Malam ini kau menangis lagi.
Aku tau kau menyayangi kami,
karena itu kau tak ingin kami tau,
apa yang telah terjadi.

Tapi ku tak mengerti...
Adakah kekuatan dalam tangismu.
Kekuatan apa dalam diammu...
Yang pasti masih ada senyum setelah itu.

Bunda,
bicaralah padaku,
bagilah rasa itu.
Karena aku tak ingin melihatmu...
Menangis dalam diam.


ditulis 2 Juli 2009
..........
ku butuh tempat,
apa pun atau siapa pun.
Entah sampai kapan aku kuat.....
Ah, betapa egoisnya aku.
............


ditulis 24 Juni 2009

Terima kasih

Tuhan....
terima kasih.
Kau berikan aku cobaan ini.
Ku terima sebagai tanda bahwa Kau masih mengingatku.

Tuhan...
terima kasih.
Kau berikan aku kekuatan,
kekuatan untuk melalui semua ini.

Tuhan...
Tetaplah disampingku, jadikan aku
orang yang selalu setia mengingat-Mu.


ditulis 30 Juni 2009

Bersyukurlah...

Bersyukurlah karena kita belum punya semua hal yang kita inginkan,
karena jika sudah, apalagi yang akan kita cari?

Bersyukurlah saat kita tak tau sesuatu,
karena berarti kita masih berkesempatan untuk belajar.

Bersyukurlah atas saat-saat sulit kita,
karena pada masa itulah kita bisa berkembang.

Bersyukurlah atas keterbatasan kita,
karena keterbatasan itu memberikan kesempatan untuk menjadi lebih baik.

Bersyukurlah jika kita mendapat tantangan baru,
karena tantangan itu akan membuat kita lebih kuat.

Bersyukurlah atas kesalahan yang terjadi pada hidup kita,
karena kesalahan itu memberi pelajaran yang berharga.

Bersyukurlah disaat kita merasa jemu dan bosan,
karena berarti kita sudah menemukan hal yang berbeda.

Bersyukurlah atas masalah yang sedang kita hadapi,
karena dari masalah itu bisa jadi karunia kita.

Sepadan


Seorang lelaki, tak kunjung berhasil menemukan pasangan hidupnya. Ia pernah berkenalan dengan seorang gadis yang pandai dan berbakat, tapi sayangnya gadis itu menurutnya kurang cantik.

Pernah juga ia berkenalan dengan seorang gadis cantik, tapi sayangnya perilaku dan kesetiaan gadis tersebut diragukan.

Pernah pula ia menjalin hubungan dengan seorang gadis yang cantik dan baik hati, tapi sayangnya gadis tersebut kurang pandai.

Ada seorang teman bertanya padanya, "Jadi, tipe seperti apakah yang kamu cari?"

Lelaki itu mengatakan, "Aku mencari seorang gadis cantik dan menarik, kulitnya bersih, badannya tinggi semampai, orangnya baik hati, akhlaknya mulia. Gadis itu juga haruslah pandai dan berbakat."

Temannya memprotes, "Wah sulit sekali menemukan orang yang seperti itu. Saya yakin sampai kapan pun kamu tidak akan pernah mendapatkannya."

"Kamu salah," kata si lelaki dengan penuh semangat.
"Ada gadis yang seperti itu. Aku pernah menemukan tipe idealku ini," katanya lagi.

"Lalu, kemana gadis impianmu itu?
Mengapa engkau tidak jadi menikahinya?" tanya sang teman.

"Disitulah masalahnya," ujar si lelaki sambil tersenyum kecut.
"Gadis impianku itu sama sekali tidak tertarik padaku. Ia mencari pasangan yang sepadan pula dengannya."




Masih tentang kemarin

Senin, 15 Maret 2010
Masih tentang kemarin......


Pagi ini ku terbangun, jam masih menunjukkan pukul 3 pagi. Alhamdulillah....

Terima kasih ya, Allah...

Kau masih berikan aku kesempatan.



Kemarin putri kecilku sudah bisa full melaksanakan sholat 5 waktunya....Alhamdulillah.

Dari bangun pagi tanpa menolak dia mau sholat Subuh....sampai sebelum dia tertidur jam 8 malam dia masih mau sholat Isya.

Ah, Putri cantik itu sangat membanggakan. Besok dan seterusnya tetap seperti itu ya, nak.



Hari ini ku lalui sama seperti kemarin,

pikiran "kematian" itu masih betah di otakku.

hanya saja aku merasa lebih "santai"....pasrah, tepatnya.



Ada 1 hal yang kusadari, suatu ketika kita semua akan berpisah.

Aku tau, bahwa aku tidak akan selamanya bersama mereka,

orang-orang yang sangat kusayang.



Tapi setidaknya ada rasa syukur teramat besar aku masih bisa melewati hari ini dengan penuh kasih buat mereka....

Terima kasih Ya Allah.

Tak ada yang abadi

takkan selamanya tanganku mendekapmu
takkan selamanya raga ini menjagamu


seperti alunan detak jantungku
tak bertahan melawan waktu
semua keindahan yang yang memudar
atau cinta yang telah memudar
...........


Lagu peterpan itu terus mengiang di telingaku.
Sama dan menjadi satu dengan pikiran tentang kematian, yang beberapa hari ini bercokol di otak ku.


Mati.
Semua orang akan mati. Siapapun. Tak ada yang bisa tau kapan kematian itu datang dan tak ada yang bisa menolaknya. Takdir Sang Penguasa Hidup.


Jika waktu itu tiba bagiku.....Apa 'bekal'ku?
Pikiran itu terus menggelayut di kepalaku.



Aku tau,

segala hal yg terjadi dalam hidup kita, adalah karena kehendak Allah….hanya kehendak-Nya….



Ya Allah, Ya Robb...
Setiap malam, ku menangis melihat anak-anakku yang sedang tertidur lelap.
Mereka masih terlalu kecil untuk ku tinggal,
Masih banyak hal yang belum ku ajarkan pada mereka,

Masih terlalu banyak urusan dunia yang belum keselesaikan.



Malam terus berganti malam,

terus ku lewati dengan tangisan,

tangisan meminta belas kasihan-Mu.



dan hari ini pikiran itu memuncak.
Tiba-tiba aku merasa "saatnya sudah dekat."
Aku menangis...menangis sejadi-jadinya dan sekuat-kuatnya.


Ya Allah...Al Ghafuur...Al Kariim...Penguasa Kehidupan dan Kematian...
bukannya aku menolak takdir-Mu,
Aku ga sanggup meninggalkan mereka.....

GUE GA PUNYA HAPE !!!

Rabu, 10 Maret 2010
Hape, henpon, te-ge (telepon tenggam maksudnya...bukan tante girang...) dllajr -sebutanku untuk kalimat "dan lail-lain".
Aku akui, aku memang agak2 gaptek ya dengan barang satu ini. Aneh ?? Ya, begitu deh aku.


Dimana semua orang,....hare gene...., pasti b'hape.
Dari tukang bakso, tukang sayur, satpam, pembokat, sampai pernah aku liat ada pengemis lg asik ngobrol pake hp-nya. Hebat!!!
Kayaknya sekarang hp bukan lagi barang tersier tp sudah jd kebutuhan primer.


Gimana ya dengan aku? Punya hp satu aja....ga pernah di aktif-in. Kalo pun aktif, pasti dalam kondisi "silent". Udah beberapa kali....beratus kali, kali ya....temen2ku marah2 karena sms mereka lama banget ku bales atau karena telepon ga ku angkat2. hihihi....maap, pren.


Dulu semasa hamil anak keduaku, aku coba untuk ga b'hp. 1 minggu berlanjut ke 1 bulan....lanjut lagi 2 bulan...sampai 3 bulan lebih. Mungkin berawal dari situ kali ya. Terasa lebih tenang aja....bleh.
Tambah lagi 3 hp ku yang terdahulu rusak tanpa sengaja. Ada yang terkena petir - lagi di charge hujan turun disetai petir (...lebay...); ada lagi yang karena sok tau-nya aku, dicharge dengan bukan charger nya; dan yang satu lagi...biasalah...dibanting anakku.


Ya, begitulah hubunganku dengan hape.
Biar deh....aku ya aku.....yg gaptek hp....apalagi bb.......emang gw pikiriiin.....
Tapi mungkin beda kasus kalo aku punya I-phone !!!!!.....hahaha....






ditulis oktober 2009

Si Besar yang pesek


Kali ini aku masih saja sibuk memasukkan baju-baju ke dalam tas. Baju anak-anak sudah pasti yang paling banyak.

Begini ni kalau mau bepergian membawa "rombongan sirkus", repot.

Tidak boleh ada yang tertinggal.

Susu dede, sikat gigi sampai boneka kakak...ga boleh lupa.



Tiba-tiba putri cantikku masuk mengagetkan ku. Hmm....keringatnya mengalahkan wangi2an di kamarku.

"Ma, aku ga mau ikut deh. Boleh ya? Aku mau di rumah aja kayak ayah," masih terengah-engah.



"Emangnya kenapa?"



"Ga apa-apa sih. Aku mau main sama temen-temen aja di sini. Boleh ya, Ma?" pintanya.



"Yaaa....masa mama pergi sendiri, Kak?"



Tapi gadis kecil itu langsung berlari keluar tanpa mempedulikan pertanyaanku.



Pandangan ku kembali tertuju pada tumpukan baju di atas tempat tidur. Ragu.

Hanya beberapa menit...lalu, ku rapi kan lagi baju-baju itu, kali ini satu persatu ku masukan kembali ke dalam lemari.



Untuk kesekian kali, aku tak akan memaksa mereka ikut. Karena dengan alasan apa pun sebenarnya aku tau mengapa mereka begitu.

Ingatanku kembali ke beberapa bulan yang lalu, ketika aku mau ke Bandung. Semua berebut ingin ikut.

Waktu itu ke bandung ngapain yah? Oya, silaturahmi dengan keluarga baru.



Padahal sekarang sama, mau ke Bandung lagi. Inti tujuan sama...Silaturahmi, ke keluarga yang berbeda.

Tapi kali ini tidak akan ada rombongan.....Karena ga ada arena?

Ah, arena......andai kau masih ada. at wits' end






ditulis Oktober 2009

Positive thinking yuuukk....

Kamis, 04 Maret 2010
Kalau yang kita pikirkan baik,
yang terjadi adalah baik.

Kalau yang kita pikirkan jahat,

yang terjadi juga adalah jahat.



Pikiran memang ruar biasa.....Saat berpikir secara sadar atau tidak, katanya pikiran kita bisa menjelajah kemana-mana menembus ruang dan waktu. Bedanya, disaat berpikir sadar, kita bermain dengan nalar dimana kita bisa memilih/menolak. Tapi pikiran bawah sadar, tidak bisa bernalar.



Pernah aku baca suatu buku......(judul dan penulisnya lupa deh....), pikiran itu sama dengan suatu kebun atau ladang. Jadi inget kalau bermain Farm Ville. Di FV itu kita bebas menanam tanaman yang kita inginkan. Kalo yang kita tanam bibit stroberi (tulisan Indonesia nih....) ya otomatis kita panen buah stroberi juga, tanam padi panen padi. Ga mungkin kita tanam padi panennya stroberi. Trus, di FV itu juga kita bisa mendekor ladang sesuai keinginan kita. Kita kasih pagar, hewan2, apa aja! Pokoknya asyiklah kalo lg main FV......serasa orkay yg punya ladang seluas itu.....hahaha.....



Begitu juga pikiran. Kalo kita mau memikirkan yang baik2......yang terjadi adalah baik. Memikirkan hal-hal yang positif.......yang terjadi adalah positif. Ini terlepas dari reaksi orang lain terhadap kita loh. Beda lagi tema tulisannya.



Jadi, mulai sekarang aku mau mencoba untuk memikirkan yang positif2 aja.......Hal-hal yang negatif/tidak baik nanti aku susun dulu supaya hasilnya baik.....(...halah...).

Juga buat seorang teman-ku...(siapa ya??? emang dia baca tulisan ini ???), cobalah untuk berpikir positif......terhadap apapun dan siapapun termasuk terhadap ku. Oke, Cui !!!





ditulis awal maret 2010

Telepon

Rabu, 03 Maret 2010
Panas!! Di siang yang panas ditambah dapet berita panas yang bikin kepala panas.
Alhamdulillah.....hati masih bersih.


Tiba-tiba, tanpa disangka-sangka, baru saja kaki ini melangkah masuk ke kamar hp berbunyi. Diseberang sana dengan suara tinggi menuding aku sebagai penyebab ributnya rumah tangga orang lain. Ada seorang suami yang memarahi istrinya habis-habisan karena mengetahui sang istri berhutang besar dimana-mana. Dan katanya, sang suami dapat berita itu dari aku. WHAT ???!!!



Aku terkejutlah. Hampir saja aku membalas suara diseberang telepon itu dengan marah-marah juga. Tapi untuk sekian detik pertama ku terdiam, ku biarkan suara wanita diseberang telepon itu terus menyerocos. Sampai sekian menit aku masih terdiam karena aku ga diberi kesempatan untuk bicara.

Alhamdulillah, mungkin karena saat itu aku berada didalam kamar bersama anak2ku, aku masih bisa berpikir jernih. Dalam terdiamnya aku, aku berpikir :



"Orang ini sedang dalam kondisi yang tertekan dan kalut sehingga ga tau gimana harus bersikap".



Ku biarkan dia puas meluapkan amarahnya, memaki-maki aku. Dan setelah wanita di telepon itu diam , aku mulai bicara dan hanya cukup membalasnya.....: "Bu, mungkin ibu salah sambung, saya Dwina...bukan Dina !"





ps: cerita ini fiksi. Jika ada kesamaan nama, lokasi dan kejadian itu hanya kebetulan saja.